20 May 2020, 15:57 WIB

107 Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks Covid-19


Kautsar Bobi | Megapolitan

POLRI mengiatkan patroli siber di tengah masa pandemi virus korona (covid-19). Sebanyak 107 tersangka ditetapkan atas tindakan penyebaran berita bohong atau hoaks terkait covid-19.

"107 tersangka didominasi laki-laki dengan usia 18 sampai dengan 61 tahun," ujar Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat,dalam rapat dengar pendapat secara virtual dengan Timwas DPR, Rabu(20/5).

Wahyu menjelaskan terdapat tiga wilayah hukum yang menempati posisi  atas penyebaran berita bohong. Terbanyak terjadi di Polda Metro Jaya, terdapat 14 tersangka, disusul Polda Jawa Timur 12 tersangka dan Polda Riau sembilan tersangka.

Jenderal bintang dua itu mencontohkan beberapa jenis hoaks yang santer terseber di dunia maya, seperti penyebaran korona disuatu tempat tanpa ada informasi, penyebaran berita bohong pada kebijakan pemerintah hingga penghinaan presiden dan pejabat.

Baca juga :Identifikasi Pakaian, Deteksi Mudik Lokal ala Pemprov DKI

Para tersangka dikenakan Pasal 45 dan 45 A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan Pasal 14 dan 15 UU nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara.

Sebelumnya, Polisi berupaya mencegah hoaks terkait virus korona (covid-19) menyebar di media sosial. Pelaku yang berniat memperkeruh suasana akan ditangkap.

"Kita setiap hari melakukan patroli siber di dunia maya. Apabila hoaks, kita tidak ragu melakukan upaya penindakan hukum," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Komisaris Besar (Kombes) Asep Adi Saputra di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa, 3 Maret 2020.

Menurut dia, hoaks berpengaruh negatif terhadap situasi masyarakat. Polisi mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT