20 May 2020, 15:48 WIB

Awas! Warga Berkeliaran Pakai Baju Muslim Dianggap Mudik Lokal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta akan mulai menggiatkan patroli berkeliling guna mengimbau dan menghalau warga untuk tidak melaksanakan mudik lokal. Kegiatan ini akan dilakukan mulai akhir pekan ini yang diprediksi menjadi puncak arus mudik menurut Kementerian Perhubungan.

"Ada patroli. Jadi ada petugas yang bergerak mobile sehingga begitu ada indikasi terjadi mudik lokal, kami akan lakukan penghentian kendaraannya, bisa mobilnya kami derek dan kami pindahkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota, Rabu (20/5).

Menurutnya ada ciri khusus warga yang bermobilitas untuk mudik lokal di saat Hari Raya Idul Fitri semisal masih menggunakan baju muslim.

"Jadi pada saat Idul Fitri misalnya atau hari kedua, itu sangat jelas, misalnya yang bersangkutan masih menggunakan gamis, berarti itu tidak akan melakukan kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Atau yang bersangkutan pakai baju koko, atau masih sarungan. Nah itu yang kami akan coba identifikasi, kemudian tentu kami kenakan sesuai dengan sanksi pelanggaran PSBB," paparnya.

Menurutnya mudik lokal selama musim libur lebaran telah diimbau untuk tidak dilakukan karena dikhawatirkan menjadi sarana penyebaran virus korona.

Baca juga: Anies Potong Tunjangan Tenaga Medis? Ini Faktanya

Dishub bersama aparat kepolisian pun telah menjaga sebanyak 33 check point yang mana 12 titil check point di antaranya adalah titik check point khusus untuk memantau mudik lokal.

"Terkait dengan larangan mudik, itu mudik tidak hanya regional nasional, tapi juga mudik lokal di kawasan Jakarta maupun Jabodetabek ini kami larang dan kami sampaikan bahwa saat ini, semenjak ditetapkannya PSBB, sudah ada 33 lokasi check point yang kami jaga bersama-sama Dinas Perhubungan, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan juga Kodam Jaya, kami melakukan pemantauan," tuturnya.

Ia mengimbau agar masyarakar taat dan patuh terhadap PSBB dan tidak melakukan mudik lokal maupun kegiatan lain di luar rumah yang tidak penting.

"Jika masyarakatnya taat, kemudian penyebaran virus ini juga bisa kita tekan, tentu hasilnya positif, maka PSBB tidak akan lagi jilid keempat, jilid kelima, dst, karena masyarakat sudah paham bahwa selama ada Covid-19 maka tiga hal saja yang rutin kita lakukan, jaga jarak, kemudian menggunakan masker, dan sering cuci tangan. Untuk saat ini lebih banyak berdiam diri di rumah," tegas Syafrin.(OL-4)

BERITA TERKAIT