20 May 2020, 14:44 WIB

Strategi Erick Thohir Agar Kinerja BUMN Lebih Efektif


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melakukan beberapa perubahan dalam tubuh kementerian agar kinerja semakin efektif.

Dia menjelaskan beberapa perbedaan sebelum dan sesudah perubahan itu dilakukan. Namun, dia menyampaikan permintaan maaf kepada menteri sebelumnya.

"Mohon maaf tidak ada maksud mendiskriminasikan siapa-siapa, apakah menteri sebelumnya, tidak. Tetapi ini yang harus kita perbaiki. Karena nanti sesudah saya pun menteri lain akan memperbaiki apa yang saya lakukan," ujar Erick dalam forum diskusi virtual, Rabu (20/5).

Baca juga: Dana CSR BUMN Untuk Bantu Penanganan Covid-19

Lebih lanjut, dia memaparkan tujuh poin transformasi yang dilakukan. Hal pertama adalah fokus BUMN. Sebelumnya, BUMN memegang peran ganda untuk memenuhi nilai ekonomi dan pelayanan publik. Kini, BUMN mengklasifikasikan berdasarkan nilai ekonomi, pelayanan publik dan keduanya.

"Hal ini kita maping-kan supaya tugas dan job desk-nya jelas," ungkap Erick.

Kedua, dinamika portofolio sebelumnya mengutamakan prinsip "mempertahankan" perusahaan. Sekalipun perusahaan dalam keadaaan tidak sehat. Namun, saat ini melalui Perpres BUMN dapat menggabungkan atau membentuk kemitraan strategis.

Baca juga: Lawan Covid-19, Kementerian BUMN Perbanyak Kamar Perawatan

Selanjutnya, dalam penanganan proyek strategis yang pembiayaan PSO sebagai tanggung jawab BUMN, kini Erick meminta pembiayaan PSO melalui formalisasi pendanaan pemerintah. Dia juga meminta antar BUMN saling bersinergi.

"Saya sangat setuju, tetapi tidak boleh BUMN saja. Kita harus membangun ekosistemnya. Tidak hanya sinergi bumn, tetapi kolaborasi dengan BUMN, BUMD, BUMDes bahkan swasta," pungkasnya.

Dalam hal tata kelola, Erick meminta kementerian menentukan pimpinan dan model bisnis setiap klaster BUMN. Bukan seperti sebelumnya yang menentukan pimpinan, tanpa menyerahkan strategi bisnis dan tugas khusus kepada pimpinan perusahaan.

Baca juga: Lawan Covid-19, Kementerian BUMN Perbanyak Kamar Perawatan

"Biasanya dalam menentukan pimpinan sibuk dengan penempatan orang, tetapi tidak dijaga strategi perusahaan ini buat apa. Nah, ini yang membahayakan, sehingga ada raja-raja kecil atau oknum," ucap Erick

Keenam, dalam hal inovasi kepemimpinan teknologi, Erick menilai saat ini program itu tidak merata lantaran berjalan sendiri. "Kini kita bentuk Pusat Teknologi atau Technologi Innovation Center dan bersinergi dengan pihak lain, termasuk universitas," tuturnya.

Terakhir, Erick juga menerapkan standardisasi pengembangan bakat, sistem rotasi dan program penugasan untuk mid-level manajemen antar BUMN. Sehingga, tidak ada kesenjangan kompetensi talenta antar BUMN.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT