20 May 2020, 12:58 WIB

Dekati 500 Kasus Penyebaran Coid-19 di Kalsel Mengkhawatirkan


Denny Susanto | Nusantara

TERUS bertambahnya kasus penyebaran virus korona di wilayah Kalimantan Selatan yang mendekati angka 500 kasus dinilai cukup mengkhawatirkan. Tim Gugus Tugas Covid -19 Kalsel masifkan penelusuran terduga positif virus korona. Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie, Rabu (20/5), menilai terus bertambahnya kasus positif virus korona di Kalsel menunjukkan bahwa pandemi virus korona pada tingkat mengkhawatirkan. 

"Penyebaran virus korona sangat cepat dan mengkhawatirkan. Kita memprediksi kasus ini bisa mencapai angka 2.000-3.000 kasus di Kalsel," ujarnya, Rabu (20/5).

Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat menjadi masalah tersendiri dihadapi pemerintah untuk menangani pandemi virus korona. 

"Saat ini tim gugus tugas covid -19 melaksanakan kegiatan sosialisasi serta penelusuran terduga penderita korona secara masif di 13 kabupaten/kota terutama wilayah zona merah seperti Kota Banjarmasin," tuturnya.

Hingga Rabu (20/5) siang jumlah kasus positif virus korona di Kalsel terus bertambah dan mendekati angka 500 kasus. Data terakhir jumlah kasus positif virus korona saat ini sebanyak 484 kasus atau bertambah 46 kasus dari hari sebelumnya. Dalam sepekan Kalsel mencatat rekor salah satu provinsi dengan penambahan kasus positif tertinggi di Indonesia.

Tercatat ada sebanyak 358 orang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun di lokasi karantina khusus dan karantina mandiri. Ada 75 orang dinyatakan sembuh dan 51 orang meninggal dunia akibat virus korona. Kemudian ada 710 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 77 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). 

baca juga: Bupati Pesisir Selatan Izinkan Salat Id di Masjid

Jumlah penderita korona terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 197 kasus, Kabupaten Barito Kuala 53, Kabupaten Tanah Bumbu 52, Kabupaten Tanah Laut 49 dan Kabupaten Banjar 41 kasus. (OL-3)

BERITA TERKAIT