20 May 2020, 11:58 WIB

​​​​​​​Ini Pesan Menkominfo di Hari Kebangkitan Nasional 


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

PERINGATAN ke-112 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2020 diperingati oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui upacara yang berlangsung secara virtual. 

Dalam sambutannya Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan peringatan yang berlangsung dalam situasi pandemi Covid-19 akan menjadi momentum bagi seluruh bangsa Indonesia untuk bangkit dalam optimisme normal baru.

“Dalam setiap peringatan tentunya terdapat nilai-nilai afektif dan edukatif yang dapat dijadikan teladan untuk generasi masa kini dan yang akan datang,” ungkapnya saat menjadi Inspektur Upacara Bendera Peringatan ke-112 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2020 di Lapangan Anantakupa Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (20/5.)

Upacara yang berlangsung dengan menerapkan physical distancing itu dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi madya (eselon I) dan pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Kemenkominfo. Sementara, seluruh sivitas Kemenkominfo mengikuti upacara melalui konferensi video dari rumah masing-masing.

Peringatan kebangkitan nasional setiap tahun menurut dia menjadi titik awal membangun kesadaran bergerak bersama mengatasi permasalahan bangsa Indonesia.

“Semangat Kebangkitan Nasional perlu ditanamkan dalam jati diri setiap warga negara Indonesia. Tujuannya dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai bentuk ancaman serta memperbaiki kehidupan bangsa yang lebih baik ke depannya,” ujar Johnny.

Baca juga: Bekal Kebangkitan Nasional Baru

Dengan semangat kebangkitan nasional, Menteri Johnny mengajak seluruh bangsa bergerak untuk menghadapi Covid-19. Targetnya agar masyarakat tidak terpapar sekaligus tidak terkapar karena dampak ekonomi dan sosial pandemi Covid-19.

"Pertama, memastikan agar protokol kesehatan dijalankan dengan menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker. Kedua, menjaga agar kepentingan rakyat secara khusus aspek perekonomian dan lapangan kerja tetap terjaga. Dan, ketiga sebagai bangsa, kita semua dipanggil untuk berkolaborasi dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Menurut dia pemerintah telah mengambil berbagai langkah kebijakan untuk mencegah penularan sekaligus memastikan agar kehidupan ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa kedua pendekatan, ekonomi dan kesehatan, ini ditempuh sekaligus dalam takaran prioritas yang disesuaikan dengan data empiris dan kondisi Indonesia,” jelasnya.

Secara umum, Menkominfo menyatakan tiga inti kebijakan pemerintah yang sangat jelas dan tegas  dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19. Pertama, menempatkan kesehatan masyarakat sebagai yang utama. Ini ditempuh dengan cara mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mengobati pasien yang terpapar.

Kebijakan kedua, pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. Dan ketiga, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah (UMKM) agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerja.

Sebagai tema pokok peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2020, Menteri Johnny mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk membiasakan diri dengan cara hidup baru dan tetap produktif.

"Saat ini bangsa sedang memanggil kita untuk bersatu padu untuk Bangkit dalam Optimisme Normal Baru. Kita harus membiasakan diri dengan cara hidup baru. Tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Terbiasa menerapkan protokol kesehatan, protokol transportasi dan protokol lainnya. Meskipun ada perubahan standar dalam mekanisme kerja, belajar maupun aktivitas lainnya,” pungkas Johny. (A-2)

BERITA TERKAIT