20 May 2020, 11:50 WIB

Konsumsi BBM Masyarakat Lampung Turun Hingga 21,9% Selama Pandemi


Eva Pardiana | Nusantara

Tingkat konsumsi BBM dan LPG masyarakat Provinsi Lampung selama pandemi covid-19 mengalami penurunan yang signifikan. Tak hanya produk gasoline (Perta Series), tapi juga gasoil (Dex Series).

Dibandingkan kondisi normal sebelum pandemi covid-19, rata-rata konsumsi produk gasoline pada April dan Mei 2020 mengalami penurunan hingga 21,9%, sedangkan gasoil turun 15,5%

Sementara anjuran pemerintah untuk 'di rumah aja' memberi andil pada peningkatan konsumsi LPG PSO 3 kg sekitar 4,8%. Namun, untuk LPG Non PSO rumah tangga turun sekitar 7%. Sedangkan untuk LPG Non PSO non rumah tangga juga turun mencapai 31,3%.

Untuk wilayah Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung, rata-rata konsumsi gasoline dari April hingga Mei 2020 mengalami penurunan mencapai rata-rata 22,6%. Penurunan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan.

Baca juga: Pemkab Flotim Siapkan Rp1 M untuk Mahasiswa yang tak Pulang

"Untuk produk-produk gasoil penurunan konsumsi pada bulan yang sama mencapai 13,2% dengan penurunan konsumsi tertinggi terjadi di wilayah Bangka Belitung," jelas Rifky Rakhman Yusuf, Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rabu (20/5).

Selain itu, peningkatan konsumsi LPG PSO mencapai 4,1%; LPG Non PSO rumah tangga naik 1,8%; tapi konsumsi LPG Non PSO Non rumah tangga turun drastis hingga 40,6%.

Meski tren konsumsi sedang turun, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG dalam keadaan aman.

Seluruh agen penyalur tetap disiagakan agar dapat terus melayani kebutuhan masyarakat. Pertamina Delivery Service (PDS) pun hadir guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dan LPG dengan tetap di rumah saja.

"Segala upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG terus dilaksanakan. Produksi dari kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju hingga pendistribusian produk BBM dan LPG ke 5 provinsi di wilayah Sumbagsel, kami pastikan dalam keadaan aman," ujar Rifky.

Pertamina juga tetap menjaga keandalan stoknya sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan konsumsi. Di Integrated Terminal Panjang Lampung per tanggal 19 Mei, angka ketahanan stok Premium di angka 6,9 hari, Solar di 8,5 hari, Pertamax 11,7 hari, Pertamina Dex 38 hari, dan LPG di 4,1 hari.

Melihat kondisi saat ini, Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi semua imbauan pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus covid-19. Mohon doa dan dukungannya agar Pertamina dapat terus menjalankan amanahnya dalam mengantarkan energi untuk negeri," tutup Rifky. (OL-14)

BERITA TERKAIT