20 May 2020, 11:42 WIB

Pemkab Flotim Siapkan Rp1 M untuk Mahasiswa yang tak Pulang


Ferdinandus Rabu | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membantu mahasiswa asal Flotim yang berada di luar wilayah dan tidak bisa pulang akibat pandemi virus korona.

Bantuan tersebut merupakan alokasi dari anggaran Jaringan Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp6 miliar dari total Rp14 miliar yang dianggarkan Pemkab Flotim untuk penanganan korona virus (covid-19) di daerah ini. Saat ini Pemkab Flotim sedang melakukan pendataaan mahasiswa yang berada di luar.

"Tentunya di tengah covid-19 ini, pemerintah terus berupaya memberikan jaminan bagi masyarakat melalui alokasi anggaran termasuk berkomitmen membantu mahasiwa Flotim yang saat ini berada di luar karena tidak pulang," kata Bupati Flotim Anton Hadjon saat dikonfirmasi Rabu (20/5).

Pemerintah tidak pernah menutup mata dan membantu mahasiswa yang berada di luar, karena sudah berperan membantu memutus mata rantai penyebaran covid-19 di daerah ini dengan tidak pulang.

Baca juga: Pemkab Flotim Terima Kepulangan Pekerja Migran

Menurut Anton, walaupun terbatas namun bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan rencananya akan diberikan selama tiga bulan, setiap mahasiswa mendapat Rp100 ribu untuk membantu kebutuhan mahasiswa di luar.

"Memang tidak banyak, namun kita tetap berusaha membantu sedikit kebutuhan mahasiswa di sana. Selama tiga bulan kita bantu. Setiap mahasiswa menerima Rp100.000 untuk tiga bulan. Sistemnya nanti, kita akan menyebarkan format pendaftaran secara online untuk diisi oleh mahasiswa sendiri. Jika semuanya sudah terdaftar, maka bantuan akan segera disalurkan. Secepatnya akan direalisasikan," ungkapnya.

Sebelumnya, pemkab telah merealokasikan APBD 2020 sebesar Rp14 miliar untuk penanganan covid-19 dan dialokasikan untuk tiga bidang yaitu kesehatan, ekonomi, dan jaringan pengaman sosial. Untuk jaring pengaman sosial pemda menyiapkan Rp6 miliar, sebanyak Rp1 miliar di antaranya untuk membantu mahasiswa yang berada di luar Flores Timur.

Pemkab Flotim pun tak hanya melakukan pelarangan mudik tetapi juga menginstruksikan pembatasan aktivitas soial dan jam operasional di sejumlah tempat yang menjadi pusat keramaian, seperti di pasar dan tempat-tempat niaga. Pasar boleh beroperasi mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 Wita. Sementara untuk tempat-tempat niaga dibatasi dari pukul 07.00 hingga pukul 19.00 Wita.(OL-5)

BERITA TERKAIT