20 May 2020, 10:34 WIB

Langgar PSBB, 463 Lokasi Usaha di Depok Ditutup Paksa


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menutup paksa ratusan tempat usaha lantaran beroperasi di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu (20/5).

"Sudah kami imbau, kami tegur lisan dan tulisan. Bahkan diberi surat peringatan I, dan II. Tapi tetap nekad buka usaha," tegas Kepala Satuan Pamong Praja (Pol PP) Kota Depok Lienda Ratna Nurdiany kepada Media Indonesia di Balai Kota Depok, Rabu (20/5).

Menurut Lienda, ada 463 tempat usaha yang mereka tutup paksa di beberapa mal dan swalayan di Kota Depok.

Baca juga: PSBB Ketiga Diplot Jadi yang Terakhir

Selain menutup tempat usaha, lanjut Linda, Satpol PP juga menyegel 21 tempat usaha serta memberikan peringatan tertulis kepada 176 tempat usaha dengan stempel basah.

"Total tempat usaha baik yang ditutup, disegel, maupun diperingati lisan dan tertulis ada 660 tempat usaha," terangnya.

Terhadap warga yang melanggar PSBB, yakni tidak pakai masker, Linda mengatakan pihaknya telah menjaring sebanyak 1.358 orang pelanggar.

Dari jumlah itu, sebanyak 638 pelanggar dikenai sanksi peringatan.

Kemudian sebanyak 241 orang lainnya dikenai sanksi berupa membersihkan sarana fasilitas umum. Dan 397 diberikan peringatan lisan dan tertulis.

"Sebanyak 1.358 total orang yang tidak menggunakan masker kami jaring di 21 titik check point dan 60 titik kerumuman/keramaian di Kota Depok," ungkap mantan Camat Pancoranmas itu.

Linda menjelaskan penerapan penindakan dan penjatuhan sanksi tersebut dilakukan berdasarkan Pergub Nomor: 40 Tahun 2020 terhadap pelanggaran PSBB, dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah Kota Depok. (OL-1)

BERITA TERKAIT