20 May 2020, 09:59 WIB

Pekerja Migran Asal Lembata Boleh Pulang Asal Penuhi Syarat


Alexander P Taum | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menolak pemulangan buruh migran dari Malaysia. Pemkab setempat menilai, langkah pemerintah Pusat menerima pemulangan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, tidak diikuti penguatan kapasitas bagi daerah asal PMI tersebut.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur menyebutkan, pemulangan ribuan PMI itu perlu diikuti penguatan kapasitas berupa penambahan peralatan rapid test dan anggaran untuk mengarantina  dan merawat PMI jika kondisi mereka memburuk karena  terpapar virus Korona. Ia mau menerima ribuan PMI assalkan mereka sudah melakukan rapid test, bebas covid-19 dan di daerah asal tersedia lokasi karantina, tenaga medis dan adanya izin tertulis dari warga kampung asal PMI.

"Syaratnya tadi, dia sudah rapid test, sebab dia dari daerah pandemi. Dia rapid test, bawa surat dari gugus tugasnya. Tapi kita daerah kan bisa melarang tidak boleh masuk tetapi sekarang dibuka oleh negara. Tapi kalau daerah merasa ini sangat mengganggu keselamatan masyarakat, kita akan bilang jangan masuk dulu," kata Sunur, Rabu (20/5).

Sunur menegaskan bahwa pihaknya taat pada instruksi Presiden. Namun ia meminta perhatian pemerintah pusat, tentang pelaksanaan di daerah apabila PMI itu sudah tiba di daerah asal. 

"Saya pasti menolak kalau tidak mengantongi persyaratan-persyaratan yang mau dibawa ke sini. Dia rapid di sana, kita rapid test di sini. Daya tampung karantina kita berapa, uang kita bagaimana lagi, itu perlu dipertimbangkan. Kalau Pusat sudah mau terima harus diikuti kebijakan anggaran ke daerah. Kebijakan fasilitas kepada daerah," ujar Sunur.

baca juga: Belasan Ribu Pemudik Dari Zona Merah Tiba di Gunung Kidul

"Kita tetap mengamankan kebijakan Bapak Presiden, tetapi itu tadi harus  dibarengi dengan langkah-langkah lainnya," tambahnya.

Diperkirakan akan ada ratusan pekerja migran asal Lembata yang pulang, menyusul kebijakan pemerintah Malaysia memulangkan 36 ribu pekerja migran yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia. (OL-3)

BERITA TERKAIT