20 May 2020, 09:14 WIB

​​​​​​​NasDem Minta Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Covid-19


Putra Ananda | Politik dan Hukum

UNGKAPAN 'Indonesia terserah' terus ramai di bahas oleh warganet di sosial media. Ungkapan tersebut awalnya dibuat oleh para pekerja medis yang kecewa melihat tingkah laku para masyarakat yang semakin hari kian acuh menjalankan protokol keamanan menjaga penularan covid-19.

Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Partai NasDem Subardi memahami alasan kekecewaan para tenaga medis yang diungkapkan melalui tagline Indonesia terserah di media sosial. Untuk itu, Subardi mendorong agar masyrakat betul-betul memahami beban para tenaga medis dalam menangani pasien covid-19.

"Masyarakat seharusnya sadar ada pekerja medis yang harus didukung dengan cara patuh kepada protokol kesehatan, sekalipun kondisi ini menyulitkan kehidupan mereka," ungkapnya di Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut Subardi, yang dibutuhkan saat ini ialah mempertahankan semangat juang dengan tetap disiplin menjalankan protokol keamanan selama pandemi covid-19. Bersikap egois dan apatis hanya akan memperburuk keadaan.

"Mari saling mendukung. Jangan terserah jangan menyerah. Jangan kalah, apalagi pasrah. Ancaman ini belum musnah. Kalau ceroboh kita akan sengsara," tegasnya.

Baca juga: Disiplin Terapkan Aturan Kesehatan 

Politikus berusia 68 tahun ini berujar semua masyarakat dapat berjuang sesuai kemampuannya. Masyarakat dapat terus berjuang dengan cara berdiam di rumah menghindari kerumunan. Begitupun dirinya, sebagai anggota dewan ia wajib mengabdi kepada segenap lapisan masyarakat.

"Segala macam upaya saya kerahkan. Bantuan bahan pokok sejumlah ribuan sudah disebar sejak awal Maret lalu. Siapapun dapat menerimanya. Begitu pula dengan bantuan alat pelindung diri untuk pekerja medis. Bantuan hasil kerja sama Komisi VI dengan BUMN telah diserahkan kepada Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan di lima kabupaten/kota se DIY," paparnya.

Subardi berharap solidaritas kebangsaan tetap kuat agar situasi tidak memburuk. Ia juga mendorong aparat lebih sigap bertindak untuk memastikan masyarakat tidak lengah. Apalagi dengan perangkat intelijen yang dimiliki diharapkan mencegah pelanggaran protokol kesehatan.

"Saya memahami situasi ini kian menjenuhkan. Tetapi yang tidak hilang dari korona adalah harapan. Yakinlah dengan solidaritas kebangsaan kita mampu keluar dari keterpurukan," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT