20 May 2020, 06:10 WIB

Meski Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat, Texas Longgarkan Lockdown


Basuki Eka Purnama | Internasional

RESTORAN di Texas telah melayani makan malam selama dua pekan terakhir meski kapasitasnya dipangkas menjadi hanya 25%. Adapun bar dan sejumlah usaha lainnya akan diizinkan buka pada pekan ini.

Namun, sejumlah pihak beranggapan negara bagian Amerika Serikat (AS) itu mengambil risiko seiring bertambahnya kasus covid-19.

Gubernur Texas Greg Abbott, yang berasal dari Partai Republik, mencabut aturan di rumah saja pada 1 Mei dan memulai proses pelonggaran lockdown. Hal itu menyebabkan dia bertentangan dengan sejumlah wali kota di negara bagian itu.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Covid-19 di Inggris Lewati Angka 41 Ribu

"Hari ini, besok, dan hari-hari selanjutnya merupakan satu langkah menuju penemuan obat untuk mengatasi dan melindungi warga dari covid-19," ujar Abbott, Senin (18/5), saat mengumumkan fase kedua pelonggaran lockdown.

"Namun, sebelum hari itu tiba, fokus kami adalah memastikan warga Texas aman sembari memulihkan kemampuan mereka untuk kembali bekerja, membuka usaha, membayar tagihan, dan menyediakan makanan bagi keluarga mereka," imbuhnya.

Restoran diizinkan buka kembali dengan kapasitas 25% mulai 1 Mei bersama sejumlah toko, bioskop, museum, dan perpustakaan.

Tukang cukur dan salon diizikan beroperasi sepekan kemudian dengan syarat tetap memberlakukan aturan social distancing.

Pada Jumat (22/5), restoran boleh meningkatkan kapasitas menjadi 50% sementara bar boleh beroperasi dengan kapasitas 25%.

Pelonggaran lockdown itu terjadi saat kasus covid-19 terus meningkat di Texas. Sebanyak 49.215 orang telah dinyatakan posisit covid-19 di Texas dengan 1.352 kematian.

Pada Sabtu (16/5), pemerintah Texas melaporkan 1.801 kasus baru covid-19. Itu merupakan angka tertinggi dalam angka kasus baru covid-19 dalam sehari. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT