20 May 2020, 06:15 WIB

Harus Ada Solusi Atasi Pengangguran Akibat Covid-19


Eko Rahmawanto | Politik dan Hukum

MASALAH pengangguran di Indonesia harus segera mendapatkan solusi tepat. Penegasan itu disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Andi Rio yang menyatakan harus ada solusi dalam menangani dampak pandemi covid-19 di sektor tenaga kerja. Saat ini banyak kasus  pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi covid-19. 

Ia mengutip catatan Bappenas, yang menyebutkan jika jumlah penganggur pada 2020 diprediksi akan bertambah 4,22 juta orang. Dalam APBN 2020, sebelumnya ditargetkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) hanya berkisar 4,8-5 persen. Angka ini lebih rendah dari realisasi TPT pada 2019 yang mencapai 5,28 persen. Namun, lantaran adanya pandemi, Bappenas melakukan penyesuaian. Berdasarkan Outlook APBN 2020, TPT diperkirakan berada di level 7,8 hingga 8,5 persen. 

"Bertambahnya jumlah pengangguran ini akan membuka potensi munculnya angka kemiskinan baru," ungkap Andi Rio. 

Hingga Februari 2020, BPS juga mencatat jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 199.98 juta orang. Menurutnya jumlahnya naik sebesar 2,92 turun dibandingkan Februari 2019. Hal ini menandakan bahwa masyarakat pencari kerja masih tinggi sampai saat ini

Salah satu solusinya, lanjut Andi Rio adalah Program Kartu Prakerja yang kini masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Menurutnya program pemerintah ini merupakan implementasi dari sikap konstitusional dari pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, atas hak setiap warga negara akan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 

"Dalam rangka perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, dan daya saing bagi angkatan kerja, maka perlu diberikan pengembangan kompetensi kerja. Apalagi pada kondisi saat ini, Program Kartu Prakerja akan semakin bernilai," ucapnya.

baca juga: GP NasDem Dorong Pemerintah Terapkan Industri 4.0

Andi Rio juga berharap masyarakat tidak banyak berpolemik dalam  menyikapi program ini. Terbukti program tersebut juga sudah berdaya guna untuk para peserta program tersebut. Bahkan diantaranya sudah muncul UMKM baru berkat pelatihan program ini. 

"Program ini  adalah bukti kehadiran negara atau pemerintah pada saat masyarakat membutuhkan bantuan di tengah pandemi Covid-19," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT