20 May 2020, 06:20 WIB

PSBB Ketiga Diplot Jadi yang Terakhir


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KARENA hasilnya belum sesuai yang diinginkan, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kembali diperpanjang selama 14 hari hingga 4 Juni mendatang. Perpanjangan itu diharapkan menjadi yang terakhir.

Keputusan untuk memperpanjang lagi PSBB di DKI Jakarta itu diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers secara daring, kemarin. PSBB di Ibu Kota mulai diterapkan pada 9 April hingga 23 April, kemudian diperpanjang sampai 22 Mei.

Perpanjangan kedua kalinya ini, kata Anies, dilakukan karena berdasarkan data, masih banyak penularan covid-19 yang ter jadi
di Jakarta. Tingkat penularan atau reproductive number (R0) Jakarta telah berada di angka 1,1 atau 1 orang positif covid-19 menulari
1 orang. Angka ini me nurun dari sebelumnya yang mencapai 4 pada Maret.

“Angka R0 ini harusnya di bawah satu. Bila masih satu koma, artinya masih ada penularan. Sementara bila di bawah satu, itu bisa dikatakan tidak ada penularan,” ujar Anies.

Angka R0 di DKI bisa turun dras tis berkat kontribusi masyarakat yang sudah patuh terhadap aturan PSBB.

’’Ada 60% warga yang berada di rumah. Ini sungguh luar biasa. Dengan 60% warga ada di rumah, R0 kita bisa turun sampai 1. Kita targetkan bisa 70%-80% su paya ini bisa di bawah 1 dua pekan lagi,” tutur Anies.

Jika masyarakat semakin disiplin, imbuh dia, PSBB tahap ketiga ini bisa menjadi yang terakhir. “Insya Allah kalau dalam dua pekan ini kita pantau angka ini bisa di bawah 1, (PSBB) ini akan jadi yang terakhir.’’

Perlu sinergi

Masyarakat diminta untuk terus mematuhi ketentuan PSBB. Warga diimbau tidak keluar rumah tanpa urusan yang penting, tidak berkumpul
dan berkerumun, selalu menggunakan masker, dan segera memelihara hidup bersih.

Anies menekankan bahwa berhasil tidaknya upaya memutus rantai penularan covid-19 ditentukan oleh seberapa serius semua pihak berusaha.

Perlunya kerja sama dan sinergi juga diingkatkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pertemuan dengan Bupati Bogor Ade Yasin dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kantor Bupati Bogor, kemarin.

Pertemuan itu juga dihadiri para kepala or ganisasi perangkat daerah, camat, dan ketua majelis agama se-Kabupaten Bogor.

Mendagri menegaskan, penanganan dan penanggulangan covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi harus dilakukan serempak, satu sinergi, satu langkah, dan saling dukung.

’’Bagaimanapun juga Jakarta yang menjadi episentrum penyebaran covid-19 tidak bisa dilepaskan dari kota satelit di sekitarnya, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor,’’ ujar Tito. (Ssr/X-8)

BERITA TERKAIT