20 May 2020, 05:55 WIB

Taati Protokol saat Lebaran


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

SALAT Idul Fitri di masjid dan lapangan, bersalam- salaman, serta silaturahim yang sarat kerumunan telah menjadi keniscayaan saat Lebaran. Namun, tatkala pandemi, seluruh ritual itu rentan penularan.

Pemerintah meminta hal itu untuk sementara tidak diamalkan saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah mendatang. Demi mencegah potensi penyebaran covid-19, warga juga didorong untuk mematuhi benar protokol kesehatan di masa Lebaran.

Pemerintah pun memutuskan untuk melarang salat Idul Fitri di luar rumah, seperti di lapangan terbuka ataupun masjid. Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan larangan itu diambil pemerintah dalam rapat terbatas kabinet, kemarin.

Kegiatan keagamaan yang menghasilkan kerumunan masif, termasuk salat Id di lapangan atau masjid, menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tambah Mahfud, merupakan kegiatan yang dilarang. Hal itu juga tidak sejalan dengan UU No 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Sebab itu, pemerintah meminta agar ketentuan tersebut tidak dilanggar,” ucap Mahfud seusai rapat.

Senada, Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat mematuhi larangan itu. Ia menganjurkan masyarakat salat Id berjemaah di rumah
masing-masing demi menghindari kerumunan dan mencegah potensi penularan korona.

Mengutip Badan Intelijen Negara (BIN), Fachrul menyebut ada potensi lonjakan infeksi covid-19 lebih besar jika ada kerumunan masif saat salat Id. “BIN memprediksi, kalau kita masih salat Id di luar, akan terjadi pelonjakan angka penularan covid-19 signifi kan.”

Wakil Presiden Ma’ruf Amin melalui juru bicaranya, Masduki Baidowi, pun meminta seluruh kepala daerah mengurungkan niat menyelenggarakan salat Id di masjid dan lapangan agar munculnya klaster-klaster baru penyebaran covid-19 dapat dihindari.

Wapres juga meminta warga menjalankan protokol kesehatan secara ketat saat berlebaran, seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak aman, mengenakan masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan, dan tidak mudik.

Mematuhi protokol kesehatan, kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, sangat penting agar masyarakat tidak menambah beban petugas medis. “Kalau banyak yang terjangkit, ini akan menyulitkan kita semua di tengah keterbatasan tenaga medis dan sarana kesehatan,” kata Doni, tadi malam.

Jangan kendur

Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo menegaskan kunci keberhasilan mengatasi pandemi bertumpu pada kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. Menjelang Lebaran, Presiden mengingatkan agar protokol kesehatan benar-benar dipatuhi dan hal itu tidak boleh mengendur. “Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan di lapangan, terutama menjelang Idul Fitri dan saat nanti Idul Fitri,” tegas Presiden.

Presiden juga berterima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam yang membantu pemerintah mencegah dan mengendalikan covid-19.

Sebelumnya, MUI mengimbau warga menunaikan salat Id di rumah bersama keluarga.

Sebaliknya, MUI Kota Dumai dan sejumlah ormas justru mengizinkan warga menggelar salat Id di masjid terdekat asal protokol kesehatan diterapkan secara ketat. (Che/Ths/BY/LD/WJ/TS/RF/FL/RD/UL/JI/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT