20 May 2020, 04:15 WIB

Cianjur Ajukan Perpanjangan PSBB Parsial di 16 Kecamatan


Benny Bastiandy | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) parsial. Hanya, perpanjangan PSBB parsial kali ini diajukan di 16 kecamatan yang sebelumnya dilaksanakan di 18 kecamatan.

Kepala Bidang Humas dan Data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, Teddy Artiawan, menjelaskan pengajuan perpanjangan didasari pertimbangan beberapa hal teknis hasil evaluasi pelaksanaan PSBB parsial sebelumnya yang berakhir Selasa (19/5). Menurutnya, terdapat delapan indikator yang jadi pertimbangan teknis PSBB parsial di Kabupaten Cianjur perlu diperpanjang .

"Indikator pertimbangannya yakni laju ODP, laju PDP, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian CFR, laju reproduksi instant, laju transmisi atau konteks indeks, laju pergeseran, serta risiko geogragis atau berbatasan dengan wilayah transmisi lokal," terang Teddy, Selasa (19/5).

Dari kajian terhadap 8 indikator tersebut, ujar Teddy, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur mengklasifikasikan level sebaran wilayah di 32 kecamatan berdasarkan skoring. Sebanyak 3 kecamatan diklasifikasikan kritis, 13 kecamatan diklasifikasikan berat, dan 16 kecamatan diklasifikasikan cukup berat.

"Sebanyak 16 kecamatan yang kami ajukan perpanjangan PSBB parsial itu meliputi klasifikasi kritis dan berat," ucapa Teddy yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosan) Kabupaten Cianjur itu.

Keenam belas wilayah itu yakni Kecamatan Bojongpicung, Cibeber, Cianjur, Cikalongkulon, Cilaku, Cipanas, Cugenang, Ciranjang, Gekbrong, Haurwangi, Karangtengah, Mande, Pacet, Sukaluyu, Sukaresmi, dan Warungkondang. Surat pengajuan perpanjangan PSBB bernomor :443.1/2998/DINKES/2020 tertanggal 18 Mei 2020 yang ditandatangani Plt Bupati Cianjur Herman Suherman sudah diserahkan ke Gubernur Jawa Barat. Perpanjangan PSBB parsial dilaksanakan selama 14 hari.

"Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti oleh Pak Gubernur untuk merealisasikan perpanjangan PSBB parsial yang diajukan Bak Bupati. Ada 16 kecamatan yang kami ajukan dari sebelumnya 18 kecamatan," tandas Teddy.

Di sisi lain, berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 yang diperoleh dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, hingga kini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia bertambah lagi 1 orang. Total 19 orang PDP yang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, jumlah PDP sebanyak 73 orang. Sebanyak 30 orang sudah diselesaikan dan 43 orang lainnya terdiri dari 21 oranv laki-laki dan 22 orang perempuan masih dalam pengawasan.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 13 orang. Pada Senin (18/5) jumlahnya 809 orang, namun pada Selasa bertambah menjadi 822 orang. (R-1)

 

BERITA TERKAIT