20 May 2020, 05:15 WIB

Ganjar Bantu Santri yang Tetap di Pondok


HT/FL/SL/TS/LD/DW/MG/FB/N-2 | Nusantara

KEPUTUSAN para santri yang mondok di sejumlah pesantren di Jawa Tengah ini patut diacungi jempol. Sebanyak 23.914 santri memutuskan tetap tinggal di 400-an pondok pesantren selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Mereka sudah memutuskan tidak mudik. Sejak awal wabah covid-19, kami sudah memberi dua pilihan kepada para santri, yakni boleh pulang kampung tapi tidak boleh balik ke pondok sampai kondisi membaik, atau tetap tinggal di pondok, mengaji dan belajar,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Ngaliyan, Semarang, Prof Imam Taufiq, kemarin.

Keputusan para santri untuk tinggal disambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemarin, ia datang ke Ponpes Darul Falah Besongo dan ke Pondok Raudlatut Thalibin, Tugurejo, Semarang.

“Selain menengok kondisi para santri, kami juga ingin membantu mereka dengan memberikan sembako. Sampai hari ini, bantuan untuk santri dari pemprov sudah mencapai Rp2,3 miliar,” tambahnya.

Tidak hanya kepada santri, Ganjar juga memberikan bantuan sembako untuk para mahasiswa dari luar Jawa Tengah yang tidak pulang kampung. “Ini cerita kemanusiaan saja, supaya mereka bisa tenang, tetap bahagia, sehingga imunitasnya meningkat.”

Sebaliknya, di sejumlah daerah masih banyak warga yang mengabaikan larangan mudik yang dibuat pemerintah. Di Tol Surabaya-Mojokerto, misalnya, polisi mencegat tiga bus dan terpaksa menurunkan 112 pemudik dari Jakarta dengan tujuan Bangkalan, Madura.

Dengan kawalan mobil patroli kepolisian, mereka dipindahkan ke kendaraan lain dan diantar hingga tujuan. “Sebelumnya, petugas melakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan,” jelas Kasat Patroli Jalan Raya Polda Jatim, Komisaris Dwi Sumrahadi.

Polres Tanjung Jabung Barat, Jambi, juga memproses belasan pemudik dari Batam yang turun dari kapal motor Citra Mandala Abadi di Pelabuhan Ro-ro Kuala Tungkal. “Hanya satu warga yang membawa dokumen yang mengizinkan dia bepergian saat pandemi,” kata Kapolres AKB Guntur Saputro.

Di tengah wabah, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, juga menerima kedatangan 19 ribuan pemudik dari dalam dan luar negeri. “Meski belum ada temuan kasus positif, beberapa di antara mereka mengalami gejala seperti covid-19, batuk dan sakit tenggorokan,” aku Bupati M Al Khadziq. (HT/FL/SL/TS/LD/DW/MG/FB/N-2)

BERITA TERKAIT