20 May 2020, 03:10 WIB

Pemkab Temanggung Larang Masyarakat Gelar Salat Ied Berjamaah


Tosiani | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah melarang masyarakat menggelar salat Idul Fitri (Ied) berjamaah di masjid, mushola, dan lapangan terbuka di masa pandemik korona. Salat  idul fitri agar dilakukan di rumah masing-masing dan diikuti keluarga sendiri.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 360/241/2020 tentang pengaturan salat ied berjamaah dan tradisi silaturahmi di masa pandemik Covid-19.

"Demi mencegah penularan Covid-19, seluruh umat Islam di Temanggung agar tidak menyelenggarakan salat idul fitri berjamaah di masjid, mushola, tempat ibadah umum, dan lapangan terbuka. Salat Ied di rumah masing-masingn diikuti keluarga sendiri,"ujar Bupati Temanggung M Al Khadziq, dalam keterangan persnya, Selasa (19/5).

Bupati juga meminta seluruh umat Islam di Temanggung tidak melaksanakan kegiatan takbir keliling. Umat diminta tetap menggemakan suara takbir dan tahmid di rumah masing-masing. "Boleh juga takbir digemakan di masjid oleh takmir atau jamaah yang jumlahnya terbatas," jelasnya.

Umat Islam di Temanggung juga diminta tidak saling bersalaman dan saling kunjung untuk bersilaturahmi saat lebaran. Pemkab Temanggung masih melarang warga berkumpul dan berkerumun. Karenanya diminta tidak menyelenggarakan tradisi halal bihalal atau pertemuan keluarga selama pandemik korona.

"Saling bermaafan, silaturahmi, agar dilaksanakan melalui media komunikasi lain atau ditunda sampai usai pandemik,"ujar Khadziq.

Saat ini total jumlah positif korona di Temanggung mencapai 55 orang. Dari jumlah itu, 17 orang sudah sembuh, satu orang meninggal, dan 37 orang masih menjalani perawatan. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini tinggal 42 orang dari total jumlah PDP 186 orang. (R-1)

 

BERITA TERKAIT