20 May 2020, 00:55 WIB

Mulai 21 Mei, Bus Penumpang Dilarang Masuk Aceh


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

UNTUK mencegah penularan virus korona (Covod-19), Kepolisian Dearah Aceh (Polda Aceh) akan memperketat pengawasan lalu lintas di jalur masuk Aceh. Bahkan, mulai 21 Mei 2020, seluruh bus angkutan umum dilarang masuk ke Aceh.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani mengatakan, pintu masuk ke Aceh melalui jalan darat yang dijaga ketat itu adalah empat lokasi perbatasan dengan Sumatra Utara. Masing-masing yaitu di pintu masuk Kabupaten Aceh Tamiang, gerbang masuk Aceh Tenggara, jalur masuk Aceh Singkil, dan di jalur perbatasan Kota Subulussalam.

Ia menegaskan seluruh bus angkutan penumpang nantinya tidak lagi diizinkan masuk ke wilayah Aceh. Bus akan langsung diminta balik arah jika mencoba masuk Aceh.

"Sedangkan untuk kendaraan pribadi, para penumpangnya harus memiliki surat keterangan kesehatan bebas dari Covid-19. Lalu harus menjalani rapid test guna diketahui kondisi riwayat kesehatan terakhir. Kalau memiliki surat keterangan bebas Covid-19 dan lulus rapid test, baru dibenarkan melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Adapun angkutan umum antar kabupaten tetap diperbolehkan beropperasi mengangkut penumpang dalam daerah. Namun harus memenuhi syarat tertentu, misalnya setiap penmpang dipastikan menggunakan masker.

"Ketika sampai pada posko check point akan diperiksa suhu tubuh penumpang. Di setiap terminal antar kota harus dicek kesehatan oleh petugas medis yang baru tiba dan skan berangkat" tutur Dicky Sondani.
(MR/)

BERITA TERKAIT