20 May 2020, 01:10 WIB

Tiongkok Balas Kritik Trump soal WHO


Nur Aivanni | Internasional

TIONGKOK kemarin menuding Presiden AS Donald Trump sengaja menjelekjelekkan pihaknya. Trump juga disebut menjadikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kambing hitam atas kegagalan pemerintah AS dalam menangani wabah virus korona (covid-19).

“Amerika Serikat memanfaatkan Tiongkok sebagai alasan memindahkan tanggung jawab dan sebagai alat tawar-menawar dengan dunia internasional soal kewajiban AS terhadap WHO. Ini adalah suatu kesalahan perhitungan dan AS sudah keliru mencari target,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian.

Tiongkok lalu mendesak AS untuk berhenti mencari kambing hitam dan supaya lebih fokus dalam upaya melawan wabah virus korona. Trump sebelumnya telah me ngancam akan membekukan secara permanen dana AS untuk WHO, kecuali jika WHO melakukan perbaikan substantif dalam 30 hari ke depan.

Washington telah menangguhkan pendanaan untuk WHO sejak pertengahan April. Trump menuduh WHO terlalu condong kepada Tiongkok. WHO juga disebut menutupi dan salah mengelola atas pandemi covid-19.

Kemarin, Trump melalui Twitter mengunggah gambar surat yang ia kirim kepada Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dalam surat itu, Trump mencantumkan contohcontoh kekurangan WHO dalam mengelola pandemi, termasuk mengabaikan laporan awal tentang kemunculan virus dan mempunyai hubungan yang terlalu dekat dengan Tiongkok.

‘Jelas salah langkah yang berulang oleh Anda dan organisasi Anda dalam merespons pandemi ini sangat mahal bagi dunia. Satu-satunya jalan ke depan bagi WHO adalah jika WHO benar-benar bisa menunjukkan tidak terlalu berpihak pada Tiongkok,’ tulis Trump.

“Jika WHO tidak berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang substantif dalam 30 hari ke depan, saya akan membekukan dana Amerika Serikat untuk WHO secara permanen dan mempertimbangkan kembali keanggotaan kami dalam organisasi itu,” katanya.


Evaluasi independen

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan akan memulai evaluasi independen atas penanganan pandemi covid-19.

“Ini saat yang tepat untuk meninjau pengalaman dan pelajaran yang didapat dan membuat rekomendasi untuk meningkatkan kesiapan dan respons pandemi nasional dan global,” katanya dalam pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia (WHA), kemarin.

Meski sejumlah besar pemimpin negara dan menteri kesehatan memuji upaya WHO, tetapi Menteri Kesehatan AS Alex Azar justru menilai WHO gagal memperoleh dan memberikan informasi penting tentang covid-19.

Walaupun ada ketegangan yang meningkat antara AS dan Tiongkok, negara-negara anggota berharap WHO akan mampu mengeluarkan resolusi yang ditujukan untuk membentuk tanggapan bersama, termasuk komitmen pada akses yang adil ke perawatan dan vaksin potensial.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyuarakan dukungan untuk pendekatan bersama dan berjanji dalam pidatonya untuk membuat vaksin apa pun yang dikembangkan negaranya tersedia bagi semua pihak. 

Negara tersebut juga menawarkan bantuan sebesar US$2 miliar. Tiongkok saat ini memiliki lima vaksin potensial yang tengah dalam tahap uji klinis.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres meminta semua negara bersatu dalam menangani covid-19. Guterres menegaskan kembali seruannya untuk tanggapan internasional yang dipimpin WHO, yaitu memperluas layanan kesehatan mental dan kebijakan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang disebabkan krisis tersebut. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT