19 May 2020, 19:35 WIB

Badan POM Dukung Percepatan Pengujian Spesimen Covid-19 di Daerah


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

BADAN Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM-RI) siap mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk meminimalkan penyebaran covid-19 dengan percepatan pengujian specimen virus tersebut.

Menurut Kepala Badan POM-RI, Penny Lukito percepatan pengujian itu dilakukan melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan 21 Balai Besar/Balai POM yang memiliki alat RT-PCR yang disiagakan untuk membantu percepatan pengujian covid-19 di daerah.

Baca juga: Badan POM Pinjamkan Alat PCR untuk Laboratorium Daerah

“Dengan mengerahkan segala sumber daya di pusat dan daerah, kami berupaya seoptimal mungkin membantu percepatan penanganan COVID-19, termasuk penyediaan laboratorium pengujian spesimen,” ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito saat konferensi pers seusai menemui Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, di  kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa (19/05).

Penny menambahkan, Badan POM siap mendukung pengujian spesimen covid-19 dengan peminjaman instrumen RT-PCR, Sumber Daya Manusia (SDM) penguji, maupun pengujian hasil ekstraksi spesimen bila terjadi peningkatan kasus covid-19 yang signifikan di daerah.

Dalam rapat terbatas Satuan tugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Presiden Joko Widodo minta agar percepatan pengujan sampel tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dilaksanakan, karena kecepatan dan ketepatan pengujian spesimen memegang peranan kunci sebagai langkah penanggulangan.

Lebih lanjut Penny K Lukito memaparkan bahwa lima laboratorium Badan POM siap mendukung percepatan pengujian spesimen covid-19. “Kapasitas pengujian spesimen COVID-19 sebanyak 300 sampel/hari oleh PPPOMN, 200 sampel/hari oleh Balai POM di Gorontalo, 150 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Makassar, 90 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Jayapura, dan 180 sampel/hari oleh Balai POM di Ambon,” jelasnya.

Hingga Senin (18/5), menurut Penny, sebanyak empat laboratorium Badan POM telah melakukan pengujian covid-19. Laboratorium PPPOMN menguji 868 spesimen dari RS Darurat Wisma Atlet dan Asrama Haji serta Balai POM di Gorontalo menguji 730 spesimen atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Selain itu, laboratorium Balai Besar POM di Jayapura dan Balai POM di Ambon telah menguji 41 dan 153 sampel ekstraksi RNA spesimen covid-19.

“Selain itu, laboratorium PCR milik Balai Besar POM di Makassar telah siap operasional untuk melakukan pengujian spesimen covid-19 dan saat ini sedang menunggu koordinasi penerimaan spesimen yang akan diuji,” ungkap Penny.

Hingga saat ini, tercatat 16 Balai Besar/Balai POM yang memiliki RT-PCR telah atau dalam proses meminjamkan peralatan pengujian berupa RT-PCR dan pendukungnya kepada laboratorium di 16 provinsi. Ke-16 provinsi tersebut adalah Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara serta Lampung, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.

Komitmen Badan POM untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19, Badan POM melakukan merenovasi dan meng-upgrade laboratoriumnya menjadi Laboratorium 3 PPPOMN yang memenuhi kriteria dan fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2) plus yang sesuai untuk pengujian sampel covid-19.

Ia menjelaskan bahwa selain untuk pengujian sampel covid-19, laboratorium 3 PPPOMN akan dimanfaatkan untuk pengujian produk berisiko tinggi seperti obat dan produk biologi yang bersifat karsinogenik/mutagenik/teratogenik yang memerlukan fasilitas khusus termasuk pengujian dalam rangka bioterorisme.

”Rencananya, kami meresmikan Gedung Laboratorium 3 PPPOMN sebagai fasilitas khusus pengujian sampel covid-19 serta produk berisiko lainnya besok (20/5).”

“Sebagai dukungan terhadap upaya kuratif,  Badan POM bersama para ahli yang terdiri dari klinisi, farmakolog, dan akademis merilis Informatorium Obat covid-19 sebagai acuan tenaga kesehatan di seluruh RS Rujukan covid-19 di Indonesia dalam tata laksana pengobatan covid-19. Informatorium tersebut disusun berdasarkan tata laksana/manajemen terapi yang dipublikasikan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) serta mengacu pada beberapa negara lain, seperti RRT, Jepang, Amerika, dan Singapura, beberapa pedoman global seperti yang disarankan WHO, serta publikasi ilmiah,” jelas Penny.

Badan POM juga merilis Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan covid-19 di Indonesia, yang berisi segala aspek upaya pencegahan penyebaran covid-19 di sarana produksi dan distribusi pangan olahan, mencakup sanitasi, higiene dan kesehatan personel, serta penerapan pembatasan jarak fisik (physical distancing) sebagaimana protokol pencegahan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. (A-1)

 

BERITA TERKAIT