19 May 2020, 21:30 WIB

Bali Siapkan Langkah Sambut Pariwisata New Normal


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Bali sedang mempersiapkan berbagai langkah dan strategi untuk menyambut pariwisata new normal pasca wabah Covid-19.

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati mengatakan, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, Bali saat ini sudah harus mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut pariwisata era baru atau new normal paska wabah..

"Pembahasan terkait kesiapan-kesiapan Bali dalam menghadapi situasi new normal saat pandemi berakhir sudah seharusnya dilaksanakan mulai saat ini, karena dalam menghadapi era tersebut membutuhkan kesiapan yang sangat detail dan banyak. Kita tidak tahu kapan ini dibuka, kita tidak tahu kapan Bali reopening, apakah bulan depan, tiga bulan lagi, ataukah tahun depan, kita tidak bisa pastikan itu. Tapi kita harus sudah mulai buka wacana ini, mengingat begitu banyak hal yang harus kita persiapkan secara detail saat reopening itu," ujar Wagub Bali Sukawati, Selasa (19/5)

Jika sudah dibahas mulai sekarang, Bali sudah siap dan tahu langkah yang akan diambil manakala waktu itu tiba. "Kita sudah siap bertarung lagi terutama sektor pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi bali," tegasnya.

Menurut Wagub Bali, ada tiga aspek penting yang perlu dipikirkan sejak awal yakni waktu, biaya dan SDM. Terkait waktu, perlu memikirkan kapan waktu yang tepat Bali dibuka lagi. Sedangkan aspek biaya yakni dengan adanya perubahan-perubahan protokol kesehatan yang menjadi tuntutan di era new normal maka perlu kalkulasi kembali biaya yang dibutuhkan di semua jasa usaha wisata.

Sementara untuk SDM perlu menyiapkan SDM yang memahami standar protokol kesehatan. Jika membahas era new normal yakni situasi dimana diikuti perubahan-perubahan perilaku orang-orang. Untuk itu, para pelaku usaha jasa wisata perlu menyiapkan tiga hal dasar yang menjadi prioritas guna menunjang sektor pariwisata yakni perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Baca Juga: Infrastruktur ini Paling Dibutuhkan saat New Normal

"Terkait kebersihan kita perlu memikirkan sanitasi tempat-tempat yang dikelola, apakah sudah disemprot disinfektan secara rutin, apakah sudah disiapkan tempat cuci tangan dan sebagainya. Begitu pula dengan kesehatan, bagaimana dengan pelaksanaan rapid tes, SWAB, kesiapan APD, serta keamanan yang meliputi mobilitas orang-orangnya, social distancing. Kita harus terapkan ini disetiap lokasi, semisal di bandara, dari baru turun para penumpang sudah harus mendapat penanganan mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, selanjutnya dilaksanakan tes apakah rapid atau langsung SWAB, diwajibkan mengenakan masker, disiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, dan sebagainya hingga dipastikan benar-benar aman," papar Wagub.

Dukungan disampaikan oleh Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana, yang menyampaikan bahwa pembahasan tentang persiapan menyongsong reopening Bali bukan hal yang tabu, mengingat himbauan presiden juga bahwa masyarakat harus berdamai dengan Covid19.

"Hal tersebut tetap harus diperhitungkan dengan matang, tanpa mengurangi kehati-hatian terhadap penyebaran virus tersebut," ujar dia.

Strategi yang ingin diterapkan bagi sektor pariwisata di era new normal yakni mengetahui potensi market secara jelas semisal diawal yakni market domestik, begitu pula SOP akan diterapkan, serta menyiasati biaya yang akan dikenakan, dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten semisal perbankan yang bisa mendukung laju tumbuhnya wisata Bali. (OL-13)

Baca Juga: Menuju New Normal, Pemerintah Kaji Kebijakan Sosial dan Ekonomi

 

BERITA TERKAIT