19 May 2020, 21:18 WIB

Adang Travel Masuk Sumbar, Wagub: Tidak Ada Tipu-Tipu Saya


Yose Hendra | Nusantara

WAKIL Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit memerintahkan enam travel yang nyaris masuk ke wilayah Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar untuk memutar balik.

Nasrul hadir dalam razia di Posko Covid-19 daerah perbatasan Sumbar Riau itu pada Selasa (19/5) dini hari.

"Travel tidak ada yang boleh lewat sini, harus memutar balik. Kita tidak izinkan travel masuk ke Sumbar, putar balik saja lebih aman. Sopir dan penumpang harus tahu itu, Sumbar masih berlakukan PSBB hingga 29 Mei," tegas Nasrul.

Kehadiran Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra ke posko tersebut karena banyaknya laporan dari masyarakat terkait masih ada travel Padang-Pekanbaru mondar mandir masuk wilayah Sumbar.

"Sangat kita sayangkan walau PSBB sudah berlaku, masih saja ada belasan travel tetap beroperasi," katanya.

Kedatangan Wagub Sumbar tersebut mengagetkan para petugas di Posko perbatasan tersebut. Pasalnya Nasrul Abit langsung menyetop enam kendaraan travel pelat kuning dan disuruh putar balik. Bahkan tidak itu saja ada lima kendaraan pribadi juga disuruh putar balik karena tidak sesuai Permenhub 25 tahun 2020, karena ingin mudik dengan alasan tidak jelas.

"Kita juga perintahkan kendaraan pribadi untuk putar balik, karena setiap penumpang dan sopir memiliki KTP yang berbeda alamatnya. Jadi tetap tidak boleh masuk Sumbar," jelasnya.

Larangan keras Nasrul Abit menyetop mobilitas orang masuk dan ke luar Sumbar, ternyata belum sepenuhnya membuat pengemudi keder. Buktinya, pengemudi kendaraan masih banyak yang berhenti di warung sambil menunggu kesempatan untuk bisa lewat.

"Tidak ada yang tipu-tipu saya, tidak ada satupun kendaraan di sini bisa masuk Sumbar. Saya akan catat semua pelat nomor yang ada di sini. Berani masuk Sumbar, kendaraan ini kita tahan sesuai aturan," tuturnya.

Baca juga: Pasien Sembuh di Klaten Bertambah 4 Orang

Reaksi Nasrul membuat sopir travel langsung memutar balik kendaraan mereka dan kembali ke daerah asalnya, yaitu Riau. Karena kendaraan tersebut bernomor polisi BM (Riau).

Dia juga mengaku sudah mengetahui modus travel pembawa warga bepergian. "Masak semua travel itu isinya barang semua, itu tidak mungkin. Kita curiga penumpang melalui sungai atau menumpang mobil truk dan menunggu di suatu tempat dan nanti dijemput oleh travel," sebutnya.

Baca juga: Tren Covid-19 Naik, Kota Kupang Belum Ajukan PSBB

Nasrul minta pada dinas terkait Satpol PP dan Dishub untuk mempersiapkan blangko untuk diisi oleh orang yang memiliki keperluan yang telah diatur Permenhub 25 tahun 2020 dan aturan PSBB.

"Setelah diizinkan, dia tidak boleh kembali ke Riau dan sebaliknya dia juga tidak boleh lagi kembali ke Sumbar sampai masa PSBB berakhir. Itu akan tercatat dan jelas," ujarnya.

Pemprov Sumbar tidak main-main dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Kita akan tidak tegas, siapa saja yang menyalahi PSBB ini," imbuhnya. (X-15)

BERITA TERKAIT