19 May 2020, 20:55 WIB

Kemendag: Pasar Boleh Buka, Protokol Kesehatan Bersifat Mutlak


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

MENJELANG Lebaran, pasar-pasar beroperasi untuk menjajakan dagangannya. Hal ini pun direspons masyarakat hingga akhirnya pasar tradisional kembali ramai.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Olvy Andrianita pun tak menyangkal dan tak mempermasalahkan adanya keramaian di pasar dikarenakan agar roda ekonomi terus berputar, termasuk pada pedagang kecil.

Baca juga: Kemenkop akan Gencarkan Transformasi UMKM dari Offline ke Online

"Dampak pandemi ini berpengaruh pada pergerakan perdagangan. Jadi ini menurunkan transaksi perdagangan dan omzet pedagang kecil. Mereka kan belum belum mampu melakukan perdagangan secara digital," kata Olvy ketika dihubungi Selasa (19/5)

Ia mengaku, jika pasar ditutup banyak warga yang mengeluhkan yang mana transaksi penjualan yang terus turun, bahkan omset pedagang kecil turun mencapai 39%.

"Omset pedagang kecil juga turun tuh 39%. Kita enggak mau itu terus drop. Kalau terus drop kan ekonomi rakyat kecil jatuh banget kan, itu enggak mungkin kita biarkan," lanjut Olvy.

Belum lagi, disaat pasar tutup petani sayur hingga nelayan akan kesulitan mendapatkan pelanggan. Ia kemudian mencontohkan beberapa kejadian seperti halnya para pedagang sayur yang membuang daganganya.

"Jadi pasar tetap dibuka, ini imbauan dari Menteri Perdagangan dan sudah dirapatkan dengan DPR," katanya.

Meski begitu, ia menegaskan baik pedagang maupun pembeli untuk tidak melangkahi protokol kesehatan. "Protokol kesehatan bersifat mutlak," tegasnya

Kemendag juga telah berkoordinasi dengan BNPB akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia terkait operasional pasar rakyat, dengan ketentuan menjaga jarak interaksi antara pedagang dan pembeli, wajib menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan penyediaan tempat cuci tangan.

"Surat itu juga mengatur pemberlakukan standar kebersihan berkala menggunakan disinfektan pada lapak/kios pedagang, mengoptimalkan ruang terbuka untuk berjualan apabila diperlukan, pembatasan jumlah pengunjung dengan memperhatikan jaga jarak fisik, dan jam operasional pasar diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah," kata Olvy.

Kemendag bersama Satuan Gugus Tugas di daerah, pemerintah provinsi dan kota/kabupaten, serta asosiasi terkait juga terus memonitor pasar rakyat agar tetap bersih dan higienis.

"Alangkah lebih bagus lagi jika ada pergantian pedagang, sehigga tak membludak dalam satu hari," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT