19 May 2020, 20:40 WIB

Tren Covid-19 Naik, Kota Kupang Belum Ajukan PSBB


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mengajuka pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kendati kasus transmisi lokal virus korona (covid-19) di kota itu menunjukkan tren peningkatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Selasa (19/5), melaporkan terjadi penambahan positif korona lima orang. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya berasal dari transmisi lokal di Kota Kupang, sedangkan dua orang berasal dari Klaster Magetan di Ende.

Dengan demikian, total kasus transmisi lokal di Kota Kupang bertambah menjadi tujuh orang. Sebelumnya, kasus transmisi lokal tercatat empat orang. Adapun total positif korona di NTT sebanyak 76 orang, enam orang di antaranya sembuh dan satu orang meninggal.

"Tiga kasus transmisi lokal itu kontak dengan satu pasien positif korona yang meninggal tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Mere.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT Marius Jelamu menambahkan, pihaknya belum mengajukan PSBB ke pemerintah pusat. "Beberapa syarat untuk mengajukan PSBB ialah pandemi korona menyebabkan kematian yang banyak dan eskalatif, serta kejadian itu mirip dengan kejadian di negara-negara atau provinsi yang yang terpapar virus korona," ujarnya.

Baca Juga: PSBB di Depok Kacau, Ombudsman: Satpol PP Abai!

Marius mengatakan saat ini, NTT tetap menjalankan protokol kesehatan yakni menjaga jaark aman, cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer, dan mengenakan masker.

Sementara itu di Kota Kupang, pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan pembatasan penumpang angkutan kota. Diwajibkan menyediakan sabun dan tempat cuci tangan bagi penumpang, dan memakai masker.

Seluruh warga diminta untuk bersama-sama mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus tersebut.

"Jika ada penumpang umum yang mengalami gejala demam, batuk, dan sesak napas segera melaporkan ke gugus tugas penanganan percepatan covid-19 agar segera diberikan pertolongan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernardinus Mere lewat keterangan tertulis. (OL-13)

Baca Juga: PSBB, Pedagang masih Jualan di Tanah Abang

BERITA TERKAIT