19 May 2020, 20:22 WIB

Mahfud MD: Larangan Mudik Tetap Berlaku


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengingatkan masyarakat soal larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah tetap berjalan dan tidak ada pelonggaran. Mahfud mengatakan jelang Idul Fitri pengawasan diperketat untuk mencegat pemudik.

"Larangan mudik tetap berlaku sampai saat ini dan tidak akan dicabut sampai waktu yang akan ditentukan kemudian," ucap Mahfud usai rapat terbatas kabinet yang digelar, Selasa (19/5).

Baca juga: Bahar Smith Diisolasi di Sel Khusus Teroris

Mahfud menambahkan, penegakan aturan terkait larangan mudik terus dikawal oleh Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Ia mengatakan titik-titik tertentu yang merupakan jalur-jalur 'tikus' akan terus dipantau aparat agar tak kecolongan pemudik.

"Di jalan-jalan tikus atau di kendaraan-kendaraan besar yang menjadi tempat orang bersembunyi untuk mudik itu supaya dilakukan secara ketat. Di waktu-waktu yang biasanya dianggap petugasnya lengah misalnya di tengah malam itu biasanya orang menganggap petugas ngantuk, petugas tidak ada, lalu nerobos begitu saja," tutur Mahfud.

Selain terkait mudik, pemerintah memutuskan untuk melarang kegiatan ibadah Salat Id pada Hari Raya Idul Fitri di luar rumah seperti lapangan terbuka maupun masjid-masjid. Larangan itu resmi diambil pemerintah sebagai langkah mencegah potensi penyebaran Covid-19.

Mahfud menyatakan kegiatan keagamaan yang sifatnya mengerahkan kerumunan masif seperti salat Id di lapangan atau di masjid, secara prinsip termasuk kegiatan yang dilarang oleh Peraturan Menteri Kesehatan No 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu juga dilarang oleh peraturan yang lain misalnya UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kegiatan keagamaan yang masif menghadirkan kumpulan orang banyak termasuk yang dilarang, dibatasi oleh peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu, pemerintah meminta dengan sangat agar ketentuan tersebut tidak dilanggar," ucap Mahfud.

Baca juga: Candaan Andre Taulany dan Rina Nose Berbuntut Panjang

Mahfud menegaskan pemerintah bukan melarang ibadah tetapi lebih kepada aktivitas berkerumun. Pemerintah menganjurkan agar ibadah dilakukan di rumah masing-masing. Mahfud mengimbuhkan pemerintah mengajak tokoh-tokoh agama dan ormas kegamaan untuk meyakinkan masyarakat atas kebijakan larangan salat Id tersebut.

"Pemerintah meminta dan mengajak tokoh-tokoh agama, ormas-ormas keagamaan dan tokoh-tokoh masyarakat adat untuk meyakinkan masyarakat bahwa kerumunan salat berjamaah yang dilarang peraturan perundangan bukan karena salatnya tapi bagian dari upaya menghindari Covid-19 yang termasuk bencana non alam," ucapnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT