19 May 2020, 20:06 WIB

Prakerja.org Beri Pelatihan Gratis, Kritik untuk Kartu Prakerja


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

INISIATOR prakerja.org Andri W. Kusuma menuturkan, dibuatnya situs pelatihan gratis untuk masyarakat luas itu merupakan bentuk kritik yang diberikan kepada pemerintah. Pasalnya ia menyayangkan anggaran yang dikeluarkan pengambil kebijakan senilai Rp5,6 triliun akan berakhir ke kantong lembaga pelatihan tertentu serta 8 platform mitra program Kartu Prakerja.

Menurutnya program yang diusung Presiden Joko Widodo itu bertujuan baik dan layak untuk didukung. Sebab program yang dapat mengintegrasikan pencari kerja yang dibekali pelatihan dengan perusahaan pencari tenaga kerja baru pertama dilakukan di era pemerintahan Jokowi.

"Program presiden itu bagus dan baik sekali, saya pribadi mendukung program tersebut. Tapi begitu direalisasikan oleh yang ada di bawahnya presiden, kok ini jadi dibelok-belokkan. Itu yang kami kritisi dan kami pertanyakan mengapa demikian. Makanya kami buat ini, kami buktikan juga, bisa pelatihan itu secara gratis," tutur Andri kepada Media Indonesia, Selasa (19/5).

Baca juga: Prakerja.org Gratiskan Pelatihan, Kemenko: Kenapa tidak Dari Dulu

Andri menegaskan, hal utama yang menimbulkan tanda tanya besar ialah pelatihan secara daring dengan biaya Rp1 juta untuk satu orang peserta pelatihan. Apalagi di kondisi pandemi covid-19 yang masih mewabah, mayoritas penyedia kerja menutup lowongan dan justru malah merumahkan hingga mem-PHK karyawannya.

Pemerintah, kata dia, harusnya lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat di tengah pandemi, yakni untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pelatihan daring yang seakan memaksakan tersebut dinilai akan berakhir sia-sia.

"Kami tidak meminta agar program Kartu Prakerja dihentikan, tidak. Tapi pelatihannya daringnya itu, kalau bisa ya ditunda dulu. Atau bahkan kalau perlu biaya pelatihan Rp1 juta itu dialihkan dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan," jelas Andri.

Ia juga menolak prakerja.org disebut sebagai saingan dari program Kartu Prakerja yang dijalankan oleh pemerintah. Menurutnya, kehadiran pelatihan secara gratis yang disediakan merupakan solusi bagi masyarat ketimbang harus mengalirkan uang negara ke lembaga pelatihan tertentu dan platform mitra Kartu Prakerja.

Andri juga menyatakan, bila memang pemerintah menginginkan pihaknya bergabung dalam satu naungan, maka ada syaratnya yakni menggratiskan program pelatihan.

"Kami mau saja bergabung asalkan niat pemerintah itu baik dan menggratiskan pelatihan kepada masyarakat. Email yang sudah masuk ke kami itu hampir 22 ribu, mereka itu content creator yang menginginkan agar konten pelatihanya masuk dalam website kami dan bisa dinikmati gratis oleh masyarakat," terang Andri. (OL-4)

BERITA TERKAIT