19 May 2020, 18:28 WIB

Antisipasi Topan Amphan, Jutaan Orang Dievakuasi


Nur Aivanni | Internasional

JUTAAN orang dievakuasi ke tempat aman, ketika Topan Amphan diperkirakan menghantam India dan Bangladesh pada Rabu (20/5) waktu setempat.

Badai itu memiliki kecepatan angin hingga 185 kilometer (115 mil) per jam, yang disertai gelombang tinggi. Otoritas Bangladesh Topan Amphan menjadi yang terkuat, setelah Topan Sidr menghancurkan negara itu pada 2007 dan menewaskan 3.500 orang.

Menteri Manajemen Bencana Bangladesh, Enamur Rahman, mengatakan pemerintah telah mengevakuasi ribuan orang dari daerah dataran rendah.

Baca juga: Setelah Vanuatu, Topan Harold Hantam Fiji

"Kami akan mengevakuasi hingga 2,2 juta orang dan berusaha untuk menjaga jumlah korban di angka nol," kata Rahman.

Di tengah pandemi covid-19, untuk memastikan penerapan physical distancing, kapasitas lokasi pengungsian disiapkan dua kali lipat dengan memanfaatkan gedung sekolah. Rahman menegaskan penggunaan masker bersifat wajib.

"Kami juga memiliki ruang isolasi terpisah di tempat penampungan bagi pasien yang terinfeksi covid-19," imbuh Rahman.

Pejabat pemerintahan di Provinsi Barisal, Bangladesh, Yamin Chowdhury, menuturkan penjaga pantai juga membantu evakuasi ribuan orang dari pulau-pulau terpencil. Kapal penangkap ikan diperintahkan untuk kembali ke pantai dan semua pelabuhan ditutup.

Baca juga: Partai Kongres Nilai Pemerintah India Lambat Atasi Covid-19

Di India, pejabat negara bagian Benggala Barat, Manturam Pakhira, mengungkapkan lebih dari 200 ribu orang dievakuasi dari wilayah pesisir dan area hutan bakau yang luas, Sundarbans.

"Pihak berwenang juga menyediakan masker dan sanitizer, serta membuat pengaturan. Sehingga mereka bisa menjaga jarak aman satu dengan yang lain," jelas Pakhira.

Di negara bagian Odisha, sekitar 20 ribu orang dievakuasi. Sebanyak 600 tim bencana telah bersiaga. Proses evakuasi pun masih berlangsung. Pemerintah setempat menyatakan siap menampung 1,1 juta orang.(AFP/OL-11)

 

BERITA TERKAIT