19 May 2020, 18:28 WIB

Khofifah Kirim Bantuan ke Warga Jatim di Jabodetabek


RO/Micom | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur terus melakukan penyisiran terhadap warganya yang ada di kawasan Jabodetabek.

Berdasarkan deteksi dari radar bansos yang dimiliki Pemprov Jawa Timur, Selasa (19/5), ada sebanyak 1.900  warga Jawa Timur yang ada di Jabodetabek. Mereka tertahan tidak bisa mudik dan terdampak secara ekonomi karena covid-19.
 
Oleh karena itu, Pemprov Jatim mengirimkan bantuan berupa sembako dan uang bansos Rp200.000 per bulan kepada 1.900 warga Jatim terdampak covid-19 di Jabodetabek.

"Pemberangkatan bantuan paket sembako ini adalah untuk warga Jawa Timur di Jabodetabek, yang kondisinya mereka kini tidak  mudik dan ekonominya terdampak covid-19. Kami ingin memberikan sapaan dalam bentuk sembako dan juga bansos senilai Rp200 ribu per bulan, yang akan kami berikan sampai tiga bulan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bantuan sebanyak 1.900 paket bantuan sembako tersebut diberangkatkan menggunakan truk. Nantinya sembako itu akan disalurkan bagi penerima yang sudah terdata di Pemprov Jatim.

Lebih lanjut disampaikan Kalaksa BPDB Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono, dari 1.900 warga Jawa Timur yang ada di Jabodetabek tersebut, ada 347 orang di antaranya adalah warga Jatim di Jabodetabek yang mendaftar dalam radar bansos.

Kemudian sebanyak 1.553 orang lainnya adalah warga Jawa Timur yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban perantau di Jabodetabek. Misalnya paguyuban pedagang soto, pedagang sate, yang terkomunikasikan masih bertahan di sana.

"Pesan dari ibu gubernur adalah setiap mereka disalurkan bantuan uang senilai Rp200 ribu per bulan, dalam tiga bulan ke depan, kemudian juga ditambahi dengan sembako 5 kg beras, gula pasir, satu liter minyak goreng dan juga telur sepuluh butir, dan 10 bungkus mie," kata Suban.

Jika masyarakat yang belum terdaftar dalam radar bansos namun ternyata membutuhkan intervensi dari Pemprov maka akan terus disisir Pemprov Jatim dan diberikan bantuan yang dibutuhkan.

Pemberangkatan sembako dan uang bantuan senilai Rp200.000 untuk 1.900 warga Jatim di Jabodetabek ini adalah untuk bulan pertama. Dan masih akan dilakukan di bulan kedua dan ketiga.

"Saat ini Pemprov Jatim memberikan bantuan pada warga kita yang ada di Jabodetabek karena mereka kini tidak bisa mudik, dan sedang dalam penerapan PSBB," kata Suban.

Selain memberikan bantuan pada warga Jatim yang ada di luar provinsi, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan yang sama bagi warga non KTP Jatim dan sedang ada di Jatim dan terdampak covid-19. (J-1)

BERITA TERKAIT