19 May 2020, 17:35 WIB

Positif Korona, WNI Peserta Tabligh Akbar Dipindah ke Wisma Atlet


Tri Subarkah | Humaniora

WARGA negara Indonesia dari luar negeri yang telah menjalani isolasi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur tercatat mencapai angka 949 orang. Angka itu dihitung sejak Asrama Haji dibuka untuk isolasi WNI pada Selasa (12/5) minggu lalu.

Namun, menurut Komandan Distrik Militer 0505 Jakarta Timur Kolonel Inf Muhammad Mahfud Asat, jumlah WNI yang diisolasi di sana mengalami penurunan.

"Saat ini ada 353 orang, kalau kemarin kan udah ada yang masuk keluar, ada 949," kata Asat kepada Media Indonesia, Selasa (19/5).

Asat menyebut ratusan WNI tersebut terdiri dari tenaga kerja, mahasiswa, hingga jamaah tabligh. Mereka ditampung di Asrama Haji hingga dinyatakan bebas dari covid-19. Setelah itu, mereka diijinkan kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Sampai saat ini, Asat menyebut hanya ada satu WNI yang terinfeksi covid-19, yakni peserta tabligh akbar di Bangladesh. Terpaparnya WNI tersebut oleh covid-19 diketahui setelah menjalani tes usap di Asrama Haji. Menurut Asat, pihaknya sudah membawa WNI tersebut ke Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran.

"Statusnya masih sehat lah, masih fit. Dipindahkan ke Wisma Atlet dengan dua orang lain yang satu kamar. Jadi yang digeser itu ada satu orang postif dengan dua orang yang satu kamar. Jadi berarti tiga orang, satu positif, dua ODP," papar Asat.

Dalam beberapa waktu terakhir, fasilitas Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat karantina WNI asal luar negeri dipertanyakan. Salah satu sumber Media Indonesia sempat mengabadikan gambar ranjang tidur di asrama tersebut. Selain tidak dilapisi seprei, ranjang tersebut terlihat kumal. Salah satu ranjang bahkan terlihat sudah koyak.

Saat dikonfirmasi, Asat mengaku bahwa foto yang beredar tersebut dalam kondisi belum dibersihakan dan merupakan kamar yang tidak dipakai untuk karantina. Meskipun mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam asrama tersebut, namun Asat mengaku hal itu adalah wajar mengingat waktu persiapan yang singkat.

"Kan satu hari penyiapan langsung dipakai itu. Ada gedung yang memang tidak siap. Namun setidaksiapnya gedung asrama haji, paling tidak kan masih bisa ditempati," kilah Asat.

"Makanya kan, kalau ada kekurangan, mungkin kalau ada lampu mati, AC kurang, wajarlah, namanya juga dadakan dipakai," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT