19 May 2020, 16:15 WIB

Berdamai dengan Korona, JK: Kalau Virusnya Enggak Mau, Bagaimana?


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meluruskan pernyataan Presiden Joko Widodo agar masyarakat berdamai dengan virus korona atau covid-19.

Pasalnya, perdamaian terjadi apabila kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan perang. "Berdamai itu kalau dua-duanya ingin berdamai. Kalau kita hanya ingin damai, tapi virusnya enggak mau, bagaimana?" tanya Wapres ke-10 dan 12 itu dalam diskusi Universitas Indonesia Webinar "Segitiga Virus Corona", Selasa (19/5).

Bagi Kalla, ajakan berdamai sangat kontras dengan sifat virus corona yang ganas dan menyebabkan kematian. Selain itu, virus covid-19 juga tidak memilih maupun memilah korbannya. "Karena itu, istilah berdamai kurang tepat ketika terjadi pandemi Covid-19," tegasnya.

Baca juga: Presiden Tegaskan Dorong Umat Tingkatkan Ibadah

Menurut Kalla, ajakan berdamai lebih mengacu ke perilaku masyarakat untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. Seperti disiplin menggunakan masker hingga rajin mencuci tangan. "Mungkin kebiasaan kita yang harus pakai masker terus, cuci tangan terus. Namun, bukan berarti kita berdamai karena risikonya mati," ujarnya.

Kalla juga tidak setuju apabila pemerintah menggunakan opsi herd immunity dalam menghadapi pandemi karena akan banyak korban bertumbangan. "Bisa saja ini dilakukan, cuma korbannya bakal banyak," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Minta Masyarakat Berdamai dengan Covid-19

Ia mencontohkan praktik pemerintah herd immunity ketimbang karantina yang diterapkan Swedia. "Angka kematian di Swedia lima kali lipat dibanding negara di sekitarnya akibat mencoba konsep ini," ungkapnya.

Apalagi, tambah Kalla, lembaga internasional juga WHO tidak menganjurkan penerapan konsep herd immunity. "Apakah kita akan memilih itu, sebaiknya jangan," tandas Kalla.  

Baca juga: Istana Sebut Berdamai dengan Covid-19 bukan Berarti Menyerah

Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah berupaya keras agar puncak pandemi covid-19 segera menurun. Namun, ia meminta masyarakat berdamai dengan kondisi ini hingga covid-19 benar-benar pergi dari Indonesia.

"Beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif. Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (7/5).(X-15)

 

BERITA TERKAIT