19 May 2020, 15:13 WIB

Politisi Golkar Ingatkan Menag Tunggu Keterangan Arab Saudi


Anggitondi Martaon | Humaniora

POLITISI Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengingatkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi untuk tidak terburu-buru memutuskan nasib penyelenggaraan Haji 2020. Penyelenggaraan rukun Islam ke-5 itu harus melalui kesepakatan Komisi VIII dan pemerintah Arab Saudi.

"Menag jangan mengambil keputusan yang resmi sebelum ada keterangan resmi dari Arab Saudi dan rapat dengan Komisi VIII DPR," kata Ace Hasan yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu saat dihubungi, Selasa (19/5).

Baca juga: Soal Kepastian Haji, Menag Undurkan Deadline Hingga Juni

Dia memaklumi kegelisahan Kementerian Agama (Kemenag) yang belum juga mendapat kepastian penyelenggaraan Haji 2020. Sebab, Kemenag tidak mempunyai banyak waktu mempersiapkan penyelenggaraan haji.

"Indonesia ini merupakan negara muslim terbesar yang memberangkatkan calon jemaah haji ke Arab Saudi. Perlu persiapan yang cukup untuk memastikan kesehatan dan keselamatan calon jemaah," kata dia.

Baca juga: Singapura Putuskan Tidak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini

Selain itu, penyelenggaraan haji tahun ini memiliki tantangan besar, yaitu pandemi virus korona atu covid-19. Kondisi ini tentunya sangat rawan bagi jemaah Indonesia yang didominasi lanjut usia (lansia).

"Sebagian latar belakang usia calon jemaah haji kita di atas 50 tahun. Jadi sangat rentan terpapar virus covid 19," sebut dia.

Baca juga: Optimistis Haji 2020 Digelar ,Asosiasi Haji Gelar Manasik Online

Oleh karena itu, Menag diminta proaktif mengomunikasikan penyelenggaraan haji 2020 ke Arab Saudi. Sehingga kepastian penyelenggaraan segera diketahui. (X-15)

BERITA TERKAIT