19 May 2020, 14:55 WIB

Indonesia Kekurangan Jumlah Tenaga Perawat


Kisar Rajagukguk | Humaniora

JUMLAH tenaga kesehatan di Indonesia, seperti perawat sangat kurang. Jumlahnya masih jauh dari standard dunia.

Guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Kota Depok Achir Yani Hamid mengungkapkan jumlah tenaga keperawatan Indonesia baru 60 persen dari jumlah penduduknya. Idealnya seperti yang menjadi standar dunia adalah 80 persen.

"Jumlah perawat di Indonesia sampai saat ini baru 60 persen. Kalau mau mengikuti standar dunia, Indonesia harus menambah 20 persen, " ungkap dia dalam web seminar (Webiner) profesi perawat di Universitas Indonesia, Selasa (19/5)

Webinar yang diselenggarakan dalam rangka merayakan International Nursing Day 2020 setiap 19 Mei yang juga bertepatan ditengah virus korona atau covid'19 ini juga menghadirkan narasumber Dekan FIK UI Agus Setiawan sebagai keynote speaker dan profesor keperawstan FIK-UI Ely Nurachmah.

Achir mengatakan saat ini 80 persen tenaga kesehatan di dunia adalah perawat. Sedangkan di Indonesia jumlah perawat sebanyak 60 persen. “Namun, mengapa harus menunggu bencana terlebih dahulu agar peran perawat dianggap ada,” katanya.

Dia menyebut peran perawat dalam mengantarkan dunia menuju kondisi sehat. “Perawat akan selalu hadir baik sebelum, selama, maupun sesudah pandemik Covid-19,” ucapnya yang juga merupakan guru besar pertama di bidang keperawatan jiwa di Indonesia.

Demikian halnya yang diungkapkan profesor keperawatan yang pertama di Indonesia, Elly Nurachmah. Menurut dia, perawat jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan ataupun kebijakan kesehatan di Indonesia.

Guru Besar FIK UI tersebut menyampaikan pandangannya tentang perawat lewat puisi berjudul Rainbow of Nursing, yang menggambarkan bahwa profesi keperawatan saat ini masih menjadi ‘misteri’.

“Saat ini, pada diri perawat seolah menempel label sebagai pembantu profesi lain dan tidak mempunyai fungsi mandiri,” katanya.

Ia menambahkan, acara webinar yang digadang menjadi salah satu perayaan hari keperawatan internasional terbesar di Indonesia dengan menyimpulkan bahwa momentum hari keperawatan sedunia harus menjadi momen perawat untuk bersatu padu untuk terus mengembangkan profesi keperawatan dimanapun berada dan apapun peran perawat pada saat itu  (OL-13)

Baca Juga: Trump Ancam Bekukan Dana untuk WHO secara Permanen

BERITA TERKAIT