19 May 2020, 13:02 WIB

Aksi Donor Darah Sukses, PMI Solo Keluar Dari Krisis Stok Darah


Widjajadi | Nusantara

KERJA keras Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo menyelamatkan stok darah yang berada di lampu kuning menjelang lebaran berhasil baik, setelah lebih 1000 relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan datang ke lokasi donor darah di rumah dinas walikota Loji Gandrung, dalam 10 hari terakhir ini.

"Kami sangat bersyukur, selama 10 hari terakhir yang menjadi program PMI untuk menyelamatkan stok darah menjelang lebaran, berhasil baik. Dari kondisi yang nyaris ke lampu kuning, yakni kurang 2000 kantong darah, namun pada kemarin petang (Senin,18/5), stok naik lagi menjadi lebih dari 3000 kantong," kata sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Selasa (19/5).

Dia paparkan, sejak masa pandemi korona ini, PMI Solo yang merupakan organisasi kemanusiaan mengalamin kesulitan dalam mendapatkan penodonor darah. Protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, menjadi kendala tersendiri bagi PMI untuk menambah stok darah. Permintaan darah menjelang dan selama lebaran yang diperkirakan meningkat menjadi pukulan tersendri, ketik stok 10 hari lalu banya menyisakan 1817 kantong.

" Stok sebesar 1817 kantong memang belum krisis.Tapi kondisi stok dibawah 2000 kantong sudah lampu kuning harus diselamatkan. Sementara untuk mendapatkan donor melalui institusi dan juga masjid atau tempat ibadah lain juga sulit karena wabah covid-19 yang penuh dengan aturan pembatasan sosial," imbuh dia.

Karena stok darah sangatlah penting untuk menolong pasien yang butuh untuk kepentingan operasi atau pun cuci darah, akhirnya PMI Solo minta solusi Walikota FX Hadi Rudyatmo.

"Gayung bersambut. Pak wali siap membantu menyediakan diri sebagai pendonor dan menyediakan tempat luas di Rumdin Loji Gandung sejak 10 hari lalu," papar pria pegiat kemanusiaan ini.

Wali Kota Rudy sekaligus Ketua PDIP Solo langsung menginstruksikan para kader banteng untuk bersedia jadi donor. Ia pun ikut menyumbangkan darah. Bahkan ormas keagamaan dan kepemudaan juga digerakkan untuk datang ke loji gandrung, menyumbangkan darah. Gayung bersambut, dan gotong royong relawan atau pendonor dari ormas berdatangan. Hasilnya, selama 10 hari yang berakhir Senin petang berhasil datang 1203 pendonor, dan yang sukses menyumbang sebanyak 1085 orang.

baca juga: Ribuan PNS di Flores Timur Mulai Cairkan THR

" PMI Solo sangat berterimakasih karena diperhatikan oleh seluruh elemen kemanusiaan di Kota Solo.Kini stok sudah lebih dari 3000 kantong, aman untuk didistribusikan pada pasien yang membutuhkan," tegas Sumartono.(OL-3)

BERITA TERKAIT