19 May 2020, 12:23 WIB

NasDem Jabar Gelar Rapid Test Untuk Tenaga Medis di Bandung


Bayu Anggoro | Nusantara

DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat menggelar rapid test covid-19 terhadap 100 tenaga medis yang bertugas di puskesmas dan rumah sakit di Bandung. Pengambilan sampel darah secara massal ini dilakukan di kantor DPW Partai NasDem Jawa Barat, Jalan Cipaganti, Bandung, Selasa (19/5).

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan, pihaknya menyasar tenaga medis pada rapid tes kali ini mengingat peran dan keberadaan mereka yang sangat penting namun juga rentan terpapar virus korona. Terlebih, di banyak negara yang terjangkit covid-19 sudah banyak tenaga medis yang menjadi terpapar bahkan meninggal dunia.

"Buat kami rapid tes untuk tenaga medis ini penting, karena mereka garda terdepan yang senantiasa behubungan dengan pasien (covid-19)," kata Saan seraya menyebut ini merupakan rapid tes massal kelima yang diselenggarakannya. 

Mengingat jumlahnya yang cukup banyak, lanjut dia, pengetesan dibagi ke dalam tiga gelombang.

"Dibuat tiga gelombang, supaya tidak berkerumun," ujarnya.

Berdasarkan hasil rapid tes massal sebelumnya seperti di Karawang, menurut dia hasilnya menggembirakan karena tidak ada satupun yang positif tertular covid-19.

"Tentu kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang terkena covid-19," ucapnya. 

Agar harapan ini tercapai, menurutnya perlu peran dan kerja sama dari semua pihak.

Oleh karena itu, Saan memastikan partainya pun terus bergerak untuk mengedukasi masyarakat agar senantiasa menaati protokol covid-19 terutama jelang Lebaran 2020. Aturan tetap diam di rumah dan jaga jarak  fisik (physical distancing) harus tetap dikedepankan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

"Kita ada posko di setiap kabupaten/kota. Di situ kita edukasi masyarakat, agar tidak mudik, tetap di rumah," katanya seraya menyebut 
di posko NasDem itupun diselenggarakan kegiatan bakti sosial.

baca juga: Hari Kedua, Pekerja Migran Kembali Tiba di Semarang

Saan menilai, edukasi kepada masyarakat khususnya di perdesaan harus terus dilakukan agar semakin banyak warga yang paham. 

"Di kampung-kampung pengetahuan covid relatif rendah, maka diperlukan edukasi, dan sosialisasi," katanya.

BERITA TERKAIT