19 May 2020, 12:15 WIB

Program Donor Darah PMI Solo


Widjajadi | Nusantara

Kerja keras Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo menyelamatkan stok darah yang berada di lampu kuning menjelang lebaran berhasil baik. Lebih 1.000 relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan datang ke lokasi donor darah di rumah dinas walikota Loji Gandrung.

"Kami sangat bersyukur. Selama 10 hari terakhir yang menjadi program PMI untuk menyelamatkan stok darah menjelang lebaran berhasil baik. Dari kondisi yang nyaris ke lampu kuning, yakni kurang 2.000 kantong darah, tapin pada kemarin petang (Senin, 18/5) stok naik lagi menjadi lebih dari 3.000 kantong," tegas sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Selasa (19/5).

Sejak masa pandemi covid-19 ini, lanjutnya, PMI Solo mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendonor darah.

Protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, menjadi kendala tersendiri bagi PMI untuk menambah stok darah. Padahal permintaan darah menjelang dan selama lebaran yang diperkirakan meningkat menjadi pukulan tersendiri.

"Stok sebesar 1.817 kantong memang belum krisis, tapi kondisi stok di bawah 2.000 kantong sudah lampu kuning. Harus diselamatkan. Sementara untuk mendapatkan donor melalui institusi dan juga masjid atau tempat ibadah lain juga sulit karena wabah covid-19 yang penuh dengan aturan pembatasan sosial," ungkap Sumartono.

Karena stok darah sangatlah penting untuk menolong pasien yang butuh untuk kepentingan operasi atau cuci darah, akhirnya PMI Solo minta solusi pada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Baca juga: Hadapi Puncak Pandemi Kalsel Siapkan 2.000 Tempat Tidur

"Gayung bersambut. Wali Kota siap membantu menyediakan diri sebagai pendonor dan menyediakan tempat luas di Rumdin Loji Gandung sejak 10 hari lalu," papar pria pegiat kemanusiaan ini.

Bahkan, menurut Sumartono, wali kota juga diambil darahnya. "Wali Kota juga menginstruksikan para kader PDIP untuk jadi pendonor. Termasuk ormas keagamaan dan kepemudaan juga digerakkan untuk datang ke Loji Gandrung," lanjutnya.

Walhasil ada anggota MTA, ada Pemuda Pancasila, dan ormas lainnya yang menyumbang darah. Hasilnya, aksi yang berakhir Senin petang berhasil mendatangkan 1.203 pendonor dan yang sukses menyumbang darahnya sebanyak 1.085 orang.

"PMI Solo sangat berterima kasih karena diperhatikan oleh seluruh elemen kemanusiaan di Kota Solo. Kini stok sudah lebih dari 3.000 kantong, aman untuk didistribusikan pada pasien yang membutuhkan," pungkasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT