19 May 2020, 12:30 WIB

DPR Kaget dengan Pelebaran Defisit


Despian Nurhidayat | Ekonomi

ANGGOTA Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun  mengkritisi keterangan Menteri Keuangan  yang baru saja mengoreksi besaran defisit APBN 2020.

Misbakhun menjelaskan, Menkeu menyampaikan kepada Komisi XI DPR bahwa angka defisit dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 Tentang Perubahan Postur Dan Rincian APBN TA 2020 dipatok pada angka 5,07% dari produk domestik bruto (PDB).

“Namun Bu Menkeu dalam jumpa pers secara virtual Senin sore mengumumkan bahwa ada pelebaran defisit APBN menjadi 6,27%. Jadi defisitnya melonjak dari Rp852,9 triliun menjadi sekitar Rp1.028,5 triliun,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya.

Misbakun mengaku sudah sejak jauh-jauh hari menduga akan ada pelebaran angka defisit dari 5,07% sebagai prakiraan awal. Sebab, pemerintah memang harus menghadapi pandemi covid-19 yang berefek ke seluruh sektor perekonomian.

Namun dia pun tak menyangka Menkeu akan mengoreksi besaran defisit menjadi 6,27%. Selain itu, wakil rakyat asal Pasuruan tersebut juga mengaku kaget karena Menkeu mengumumkan pelebaran angka defisit langsung ke media ketimbang menyampaikannya terlebih dahulu kepada DPR.

“Saya cukup kaget kenapa Bu Menkeu menyampaikan itu terlebih dahulu ke media dan bukan kepada kami di DPR. Saat Komisi XI rapat terakhir dengan Menkeu sebelum memasuki masa reses sudah disampaikan bahwa sangat terbuka untuk menggelar rapat di luar masa sidang karena ada agenda penting dan mendesak terkait APBN dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional,” pungkas Misbakhun. (E-1)

BERITA TERKAIT