19 May 2020, 12:07 WIB

​​​​​​​Pendaftaran SBMPN 2020 Resmi Dibuka


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi membuka pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN). 

SBMPN merupakan seleksi jalur tes yang diperuntukkan bagi para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi vokasi atau politeknik dan politani negeri di seluruh Indonesia.

Ketua SBMPN 2020 Zainal Arief mengatakan, pada tahun ini SBMPTN dilaksanakan dengan berbasis portofolio tanpa menggelar tes tulis. Hal ini dilakukan sehubungan dengan adanya pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

“Berbasis portofolio di sini maksudnya adalah pendaftar harus mengirimkan/upload data terkait prestasi akademik mulai dari semester 1 hingga ke semester 6. Kita masih belum bisa mengundang masa untuk melakukan tes bersama karena masih di dalam masa pandemi ini, sehingga kita alihkan berbasis portofolio untuk tes masuk SBMPN,” kata Zainal Arief dalam konferensi pers, Selasa (19/5).

Pendaftaran dan pengisian data SBMPN dapat dilakukan pada 19 Mei-25 Juni 2020 degan biaya sebesar Rp150 ribu. Kemudian pengumuman akan dilaksanakan pada 4 Juli 2020.

Kriteria siswa yang dapat mendaftar yaitu, memiliki NISN, berusia maksimal 21 tahun per 19 Mei 2020, lulusan SMA, SMK, MA, atau Kejar Paket C tahun 2018, 2019, 2020. Kemudian memiliki nilai rapor semester 1-6 dan ijazah/SKL dan belum diterima di jalur penerimaan SNMPN 2020. Total terdapat 42 politeknik negeri se-Indonesia yang ikut serta dalam SBMPN tahun ini.

“Sebagai gambaran umum, untuk alur pendaftaran pertama registrasi, kemudian melakukan pembayaran. Lalu siswa akan mendapat username dan password untuk login, kemudian melakukan pengisian data seperti ijazah, data keluarga, hingga KIP-Kuliah bagi yang ingin mendaftar, baru yang terakhir finalisasi setelah siswa yakin bahwa semua data yang diisi benar,” jelasnya.

Zainal menambahkan, informasi lengkap seputar SBMPN bisa didapatkan di portal resmi sbmpn.politeknik.or.id atau media sosial di Instagram, Twitter dan Facebook @politeknikahlinya. Panitia juga menyediakan call center bagi siswa yang ingin bertanya lebih lanjut yakni melalui WhatsApp di nomor 0812 2700 2800.

Baca juga: Tim Khusus Kaji Awal Masuk Sekolah

Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto menyarankan pada calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar di perguruan tinggi vokasi agar memilih program studi (prodi) berdasarkan passion dan disertai dengan visi yang jelas.

“Masuk di sana itu mau jadi apa kelak di masa depan. Kemudian, apakah bidang pekerjaan itu akan membahagiakan calon mahasiswa, bahagiakah hati calon mahasiswa jika bekerja di bidang itu. Jika itu bisa dijawab maka itu adalah passion. Memilih prodi harus sesuai passion, bukan asal ikut teman atau dipaksa orang tua,” tuturnya.

Menurut Wikan, jika mahasiswa bisa mengenyam pendidikan yang sesuai dengan passion, ke depan dia bisa menjalankan pekerjaan dengan gembira. Dia menambahkan, Kemendikbud akan terus mendorong politeknik dan perguruan tinggi vokasi di seluruh Indonesia untuk meningkatkan link and match dengan industri, agar para lulusan pendidikan tinggi vokasi memiiki kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan di lapangan dan mudah terserap industri.

Untuk meningkatkan link and match, ada beberapa hal yang harus terus dilakukan oleh pihak kampus bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI), yakni program magang, penelitian bersama, pembelajaran industri, tracer study industri, kuliah tamu industri, program rekrutmen, dan kolaborasi kurikulum.

“Saya yakin prodi-prodi di politeknik yang membuka prodinya pada SBMPN 2020 ini sudah berkolaborasi dengan industri dengan dunia kerja. Kemendikbud sangat mendorong agar dunia pendidikan khususnya politeknik dan kampus vokasi se-Indonesia harus benar-benar makin menikah dengan industri dan dunia kerja,” tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT