19 May 2020, 11:49 WIB

Israel Sebut Iran Mulai Menarik Militernya dari Wilayah Suriah


Deri Dahuri | Internasional

IRAN telah mulai menarik pasukan militernya dari wilayah Suriah. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett yang baru menyatakan mengundurkan diri pada Senin (18/5). Namun Bennett tak memerinci lebih lanjut pernyataannya.

Bennett juga mendesak penggantinya, Benny Gantz, untuk terus melakukan tekanan terhadap Iran. Bennet menegaskan jika tak dilakukan, kondisinya bisa berbalik.

Iran yang dikenal sebagai seteru utama Israel di kawasan Timur Tengah, bersama Rusia telah menjadi pendukung utama pemerintahahm Presiden Bashar al-Assad selama perang saudara Suriah. Iran dan Rusia mengirim sejumlah penasihat militer. Selain itu, Iara mengerahkan milisi Syiah untuk memerangi kelompok pemberontak Suriah..

Selama ini, Israel terus memantau negara tetangganya, Suriah, secara intensif. Tak hanya itu, militer Israel telah melakukan ratusan serangan udara di wilayah di Suriah dengan target serangan gerakan pasukan Iran dan kelompok milisi Hezbollah Libanon yang didukung Iran.

"Iran secara signifikan mengurangi ruang lingkup pasukannya di Suriah dan bahkan mengevakuasi sejumlah pangkalan," kata Bennett dalam pidato sambutannya.

“Meskipun Iran telah memulai proses penarikan dari Suriah, kita perlu menyelesaikan pekerjaan. Ada dalam jangkauan," paparnya.

Sejauh ini, belum ada reaksi dan tanggapan dari pejabat Iran atau Suriah soal komentar mantan Menteri Pertahanan Isreal tersebut.

Para pejabat Israel juga telah mengklaim bahwa operasi militer Israel dengan target militer Iran dan milisi Syiah   menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Di sisi lain, kini, Iran tengah menghadapi persoalan serius yakni persoalan perekonomian yang goyah diterpa sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat dan pandemi virus korona.

Sementara itu,kantor berita Iran ISNA melaporkan, Asisten Senior Menteri Luar Negeri Iran, Ali-Ashgar Khaji, menegaskan, Sabtu (16/5) bahwa Teheran akan terus bekerja sama dengan pemerintah Assad dan Rusia untuk memerangi terorisme dan menemukan solusi politik untuk krisis Suriah. (AFP/Alabariya/OL-09)

BERITA TERKAIT