19 May 2020, 11:48 WIB

Stok Pupuk di Klaten Aman Meski Tidak Sesuai RDKK Petani


Djoko Sardjono | Nusantara

KETERSEDIAAN pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, aman hingga akhir Desember 2020. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk Januari-April lalu rata-rata mencapai 45,8% dari alokasi tahun ini. Berdasarkan SK Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah No 521.34/001/2020, Kabupaten Klaten mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea 21.413 ton, SP-36 1.135 ton, ZA 6.458 ton, NPK 13.954  ton, dan organik 2.945 ton.

Alokasi pupuk bersubsidi tersebut, dikhawatirkan petani tidak mencukupi kebutuhan tahun ini. Karena, alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provinsi itu tidak sesuai dengan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) petani. RDKK yang diusulkan petani untuk pupuk urea sebesar 27.821 ton, SP-36 63.981 ton, ZA 15.515 ton, NPK 26.120 ton, dan pupuk organik 7.427 ton. Sesuai RDKK, total luas tanam 106.855 hektare dengan jumlah petani 77.233 orang.

Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaren, Wahyu Wardana, meminta petani untuk tidak khawatir dengan jumlah alokasi pupuk yang tidak sesuai RDKK tersebut.

Ketersediaan pupuk bersubsidi itu aman untuk kebutuhan petani, meski alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provisi untuk sektor pertanian di Klaten tahun ini tidak sesuai atau bahkan jauh di bawah RDKK yang diusulkan petani. Sementara, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Klaten untuk periode Januari-April lalu rata-rata baru 45,8% dari alokasi. Pupuk urea misalnya, dari alokasi sebesar 21.413 ton tahun ini yang terserap baru sebanyak 9.725 ton.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5), Wahyu Wardana menjelaskan, bahwa DPKPP Klaten pun sudah bersiap untuk mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi ke pemerintah provinsi untuk antisipasi terjadi kelangkaan pupuk.

baca juga: PT Semen Indonesia Bantu Peralatan Sekolah 1500 Anak Yatim

"Karena itu, kami minta petani untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Lihat saja, stok pupuk yang ada di gudang masih banyak. Sehingga, untuk musim tanam (MT) II ini kebutuhan pupuk bersubsidi tetap terjaga," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT