19 May 2020, 09:44 WIB

Siklon Amphan Pengaruhi Cuaca di NTT


Palce Amalo | Nusantara

SIKLON  Amphan yang tumbuh di Teluk Benggala di bagian timur laut Lautan Hindia turut memengaruhi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo mengatakan siklon Amphan berdampak tekanan rendah 1006 hPa di Samudra  Hindia bagian barat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. 

"Saat ini sirkulasi udara terpantau di Selat Karimata dan Laut Cina Selatan," ujarnya di Kupang Selasa (19/5).

Kondisi itu yang kemudian berdampak terhadap kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian utara dan bagian selatan antara 5-35 knot per jam. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Aceh, perairan Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai. Sedangkan, di Perairan NTT, angin kencang terpantau di Laut Sawu, Perairan Pulau Sabu, dan perairan Kupang hingga Rote yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di perairan tersebut.

Menurutnya, tinggi gelombang di perairan NTT antara 1,25-6 meter. Tinggi gelombang antara 4-6 meter terpantau di Samudra Hindia bagian selatan dan perairan Sumba hingga Sabu. 

"Kemarin tinggi gelombang sampai 7 meter," ujarnya.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5-4 meter terpantau di Selat Sumba bagian barat dan Laut Sawu. Di perarian lainnya tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter di perairan utara Flores, Selat Sape, Selat Sumba bagian timur, Selat Flores hingga Lamakera, Selat Alor hingga Pulau Pantar, Selat Ombai, perairan utara Kupang sampai Pulau Rote dan selat Weter. 

baca juga: Bayi Gajah GLZoo Mulai Berlatih Makan Sendiri

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," ujarnya.

Tinggi gelombang tinggi berisiko tehadap perahu nelayan, kapal tongkang, fery dan juga kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT