19 May 2020, 06:22 WIB

Prakerja.org, Kritik ke Pemerintah Soal Program Kartu Prakerja


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH telah meluncurkan program Kartu Prakerja untuk memberikan pelatihan sekaligus bantuan sosial kepada pekerja yang ter-PHK, dirumahkan, maupun pekerja yang pendapatannya hilang karena pandemi covid-19.

Program yang semula dianggarkan Rp10 triliun dan diperuntukkan bagi 2 juta orang itu kini ditambah menjadi Rp20 triliun untuk 5,6 juta penerima manfaat.

Program yang diluncurkan pada April 2020 itu menuai polemik mulai dari pemilihan platform penyedia layanan pelatihan, lembaga pelatihan, hingga anggaran yang mesti dibayarkan pemerintah sebesar Rp1 juta untuk satu orang agar bisa mengikuti pelatihan.

Baca juga: Menuju New Normal, Pemerintah Kaji Kebijakan Sosial dan Ekonomi

Dengan kata lain, uang negara senilai Rp5,6 triliun terpakai untuk 5,6 juta orang agar bisa mengikuti pelatihan.

Beberapa pengamat menilai pemerintah sebaiknya mengevaluasi langkah tersebut. Alasannya, di tengah pandemi covid-19, masyarakat dinilai lebih membutuhkan bantuan sosial berupa uang tunai maupun barang kebutuhan pokok untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Bentuk kritik pada program Kartu Prakerja kini kian nyata. Hal itu terlihat dari adanya situs prakerja.org yang menyediakan berbagai pelatihan dengan 5 kategori yakni wirausaha, pengembangan diri, bisnis dan keuangan, teknologi dan bisnis digital. Berbagai pelatihan tersebut dapat diakses seluruh masyarakat secara gratis.

"Prakerja.org adalah bentuk kritik terhadap pemerintah terhadap program Kartu Prakerja. Lihat manifesto lengkap kami. Anda bisa bergabung dalam aksi nyata dengan menghubungi kami di admin@prakerja.org," tulis penjelasan di laman prakerja.org yang diakses Media Indonesia, Selasa (19/5).

Dalam laman utamanya, prakerja.org menyatakan pelatihan diberikan secara gratis dengan kualitas pelatihan yang bersaing dengan pelatihan berbayar serta membuka semua pihak berkontribusi memberikan pelatihan gratis. (OL-1)

BERITA TERKAIT