19 May 2020, 05:21 WIB

Balikpapan Izinkan Warga Salat Ied di Masjid


Rudi Agung | Nusantara

PEMERINTAH Kota Balikpapan menerbitkan surat edaran mengizinkan umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H di masjid dan musala. Begitu pun bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah misa Kenaikan Isa Al-Masih diberi kesempatan melaksanakan di gereja.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi tidak merekomdasikan kegiatan keagamaan digelar di tempat terbuka seperti lapangan atau jalan raya. 

"Hal ini untuk mencegah meluasnya penularan covid-19.Sebab Balikpapan telah ditetapkan sebagai zona merah," jelasnya, Senin (18/5).

Ia mengatakan surat ini diterbitkan usai dilakukan rapat antara Pemkot dengan Forkompida, Kementerian Agama Balikpapan, Majelis Ulama Indonesia Balikpapan, Dewan Masjid Indonesia Balikpapan, dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

"Telah dikeluarkan surat edaran bersama Pemerintah Kota dan Tim Gugus Tugas dengan Forkompida MUI, Dewan Masjid, dan FKUB," tutur Rizal. 

"Peringatan kenaikkan Isa Al-Masih, kami sudah menyetujui dilakukan di gereja dengan pedoman kesehatan yang sangat ketat," sambungnya. 

Kendati izin pelaksanaan ibadah dua agama itu telah diberikan, Rizal tetap mengimbau agar masyarakat bisa melakukan ibadah tersebut di rumah. 

Sebelumnya, MUI Balikpapan dan Dewan Masjid Indonesia Balikpapan telah mencapai mufakat saat rapat dengan Muspida menyoal pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H. Ada dua pilihan yang disepakati, yaitu salat di rumah atau di masjid. Jika di masjid harus menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

"Intinya salat Ied harus taat memenuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," tegas Sekretaris MUI Balikpapan, Muhammad Jaelani. 

Ia mengingatkan sesuai fatwa MUI Pusat, daerah yang masih dalam zona merah Covid-19 dianjurkan menjalankan salat Idul Fitri di rumah. 

"Tapi untuk merespons beberapa hal yang disampaikan, maka keputusan yang diambil tetap menganjurkan salat Ied dari rumah. Kendati begitu kami tetap memberi kesempatan pada umat Muslim yang ingin melaksanakan salat Ied di masjid, masih bisa dilakukan asalkan berada di daerah aman," jelasnya.

baca juga: Nol Kasus Posifif Korona di Aceh dalam Dua Hari

Kebijakan itu, sambungnya, nanti akan dilaksanakan dengan beberapa syarat yang telah disepakati. 

"Tapi, kalau kondisi menjelang Idul Fitri kasus perkembangan Covid-19 meningkat drastis, maka kebijakan dan keputusan ini dapat dievaluasi kembali," ungkap Jaelani. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT