19 May 2020, 05:40 WIB

Presiden Minta Penyaluran Bantuan Sosial Dipercepat


Iam/Ifa/RF/DW/RS/SL/DG/MY/GL/YH/PO/PT/FB/X-11 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo berharap penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat kurang mampu terdampak pandemi covid-19 dipercepat dan diperlancar.

Ini disampaikannya seusai meninjau penyaluran bansos di Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, kemarin. Penyaluran itu sudah memasuki tahapan ketiga dari enam tahap yang direncanakan. Pemerintah sudah merealisasikan penyaluran bansos di tahap ketiga bagi 961.000 keluarga penerima manfaat (KPM) dari total 1.215.237 yang ditargetkan di DKI Jakarta.

“Kita harapkan nanti untuk selanjutnya (penyaluran bantuan) menjadi lebih cepat dan lancar lagi,” ucap Presiden. Saat di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin, Presiden juga menyatakan menerima laporan tentang penyaluran sejumlah bantuan sosial yang masih berada pada tingkatan yang rendah.

“BLT desa kurang lebih baru 15% dan bansos tunai kurang lebih 25%. Tetapi, saya juga mendapatkan informasi dari
Menteri Desa maupun Menteri
Sosial bahwa minggu ini akan
selesai semuanya,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden menginstruksikan agar jajarannya menyelesaikan sejumlah proses dan persoalan yang dirasa menghambat proses penyaluran, seperti misalnya data yang belum sinkron antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan yang non-DTKS.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, arahan Presiden soal percepatan distribusi bansos sudah ditindaklanjuti dengan memerintahkan PT Pos sebagai penyalur bansos untuk menambah titik bayar, titik penyaluran, serta memperpanjang durasi penyaluran.

Mensos juga mengimbau seluruh pemerintah daerah agar memanfaatkan situasi pandemi untuk memperbarui data masyarakat penerima bansos. “Data masyarakat miskin dan rentan ini akan tetap digunakan untuk bansos reguler, seperti Program Keluarga Harapan dan Program Sembako, bahkan setelah pandemi selesai”

Terpisah, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy me nyatakan penyaluran bansos akan dikebut menjelang Lebaran. “Misalnya, Kemensos kan targetnya 9 juta KPM, itu yang akan kita salurkan sekitar 8,3 ju ta dalam 5 hari ini. Ada pun yang 700.000 berada di wilayah-wilayah klaster 3 yang remote area. Itu membutuhkan waktu kira-kira dua minggu hingga setelah Lebaran baru bisa terealisasi,” kata Muhadjir.

Belum menerima

Sejumlah warga desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengaku masih belum menerima bantuan uang tunai Rp600 ribu dari Kemensos.

“Nama penerima BST (bantuan sosial tunai) untuk tahap satu sudah ada. Tetapi, sampai saat ini warga saya belum menerima BST ini. Katanya belum ada jadwal dari kantor pos yang menyalurkan uang itu,” ungkap Mudir, Kepala Desa Parumaan, kemarin.

Bantuan langsung tunai dana desa juga masih banyak yang belum disalurkan pemerintahan desa di Provinsi Jambi. Seperti di Kabupaten Tebo, misalnya, baru 54 dari 107 desa yang sudah menyalurkannya. (Iam/Ifa/RF/DW/RS/SL/DG/MY/GL/YH/PO/PT/FB/X-11)

BERITA TERKAIT