19 May 2020, 09:00 WIB

Situs Bersejarah Acropolis di Yunani Kembali Dibuka


Adiyanto | Weekend

PEMERINTAH Yunani, Senin (18/5),  membuka kembali situs bersejarah Acropolis di Athena dan semua situs arkeologi di negara itu. Namun, pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Sekelompok pengunjung, di antara mereka adalah orang asing yang tinggal di Athena, dan wartawan yang mengenakan masker, berkumpul di situs yang terkenal itu. Acropolis merupakan monumen yang paling banyak dikunjungi di Yunani. Area bersejarah itu ditutup sejak 13 Maret lalu.

"Kami belum pernah melihat begitu sedikit orang di Acropolis," kata seorang pengunjung asal Rusia yang ditemani suaminya kepada AFP.

"Ini seperti kunjungan pribadi," kata wanita itu, yang telah tinggal di Athena selama lima tahun.

Presiden Yunani, Katerina Sakellaropoulou adalah salah satu pengunjung pertama ke kompleks kuno berbatu yang menghadap ke ibu kota Athena itu. Dia didampingi Menteri Kebudayaan Lina Mendoni, sejumlah wartawan, dan karyawan kompleks situstersebut.

Menurut Kementerian budaya setempat, area situs bersejarah itu telah disemprot dengan disinfektan guna menghindari virus korona. Setiap pengunjung diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak sejauh 1,5 meter satu dengan lainnya,. Acropolis tahun lalu dikunjungi sedikitnya  2,9 juta orang, naik 14,2 % dari tahun sebelumnya

Di Yunani banyak kuil, stadion, teater, dan benteng dari zaman kuno, termasuk istana zaman perunggu Minoa di Knossos. Kreta, dan Olympia, tempat lahirnya Olimpiade. Acropolis awalnya dibangun pada abad ke-5 SM di bawah Pericles, gubernur Athena kala itu.(M-4)

BERITA TERKAIT