18 May 2020, 13:25 WIB

Aksi Solidaritas untuk Seniman di Tengah Pandemi Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia memang telah merusak berbagai sendi kehidupan. Berbagai elemen masyarakat pun terimbas akibat wabah tersebut, salah satunya adalah seniman.

Berangkat dari situlah Museum MACAN dalam Arisan Karya, yaitu sebuah usaha untuk menggugah semangat jejaring dan komunitas seniman di masa sulit ini. Dalam acara yang juga didukung oleh FibreFirst itu bertujuan mengumpulkan dana sebagai suntikan semangat untuk perupa Indonesia dari berbagai latar belakang yang juga ikut mengalami ketidakpastian dalam pandemi covid-19. Selain itu juga sebagai sebuah gerakan untuk mengapresiasi peran seni di tengah masyarakat.

Baca juga: Dampak Korona, Museum MACAN Tutup Sementara

Lingkaran dukungan dalam Arisan Karya bermula dari perupa yang membuat karya. Perupa akan membeli tiket bernomor untuk ditukar dengan karya. Dari dana yang terkumpul, perupa akan membuat materi praktis kesenian untuk publik. Setelah  itu, Tim MACAN akan menginisiasi program Koordinator Regional untuk berbagi ilmu dengan manajer seni di beberapa kota di Indonesia.

Secara budaya yang ada di Indonesia, arisan merupakan kegiatan sosial yang mengajak para pesertanya menabung, juga membagi tabungan dengan anggota yang meiliki kebutuhan lebih dalam sebuah periode. Kegiatan sosial ini berakar dari rasa saling percaya di antara anggota, juga kesadaran untuk saling mendukung kebutuhan satu sama lain. Dengan semangat yang sama, Arisan Karya dirancang untuk menjadi gerakan yang diharapkan dapat memotivasi gerakan lain nantinya yang bertujuan menggalang dana bagi jejaring dan komunitas seni.

Museum MACAN telah menjangkau berbagai jejaringnya untuk melakukan panggilan terbuka kepada seluruh perupa di Indonesia, memotivasi mereka untuk membuat karya agar berpartisipasi dalam Arisan Karya. Perupa akan mengirimkan karya yang dapat berupa lukisan, patung, karya cetak, atau foto dan medium lainnya. Masyarakat dapat ikut mendukung dengan membeli kupon bernomor seharga satu juta rupiah. Kupon bernomor ini kemudian akan dicocokkan dengan nomor karya seni dalam sesi Ungkap Karya yang disiarkan secara langsung di Instagram Live @museummacan dan @shopatmacan_id. Pemilik kupon bernomor kemudian akan mendapatkan karya sesuai jumlah kupon yang dimiliki.

Menurut rencana, Arisan Karya akan diadakan dalam tiga ronde pada Mei, Juni, dan Juli. Ronde pertama akan diadakan pada 20 – 28 Mei 2020 . Semua karya bersifat misterius hingga hari ungkap karya. Kegiatan ini juga merupakan sebuah kesempatan untuk masyarakat ingin membeli karya seni yang dibuat oleh perupa senior, maupun bintang baru dunia seni rupa Indonesia! Ada 103 karya dari 103 perupa Indonesia yang akan hadir dalam edisi perdana Arisan Karya, termasuk Melati Suryodarmo, Agus Suwage, Tisna Sanjaya, Sunaryo, dan Ika Vantiani.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam mendukung Museum MACAN dan para  perupa di seluruh Indonesia agar dapat terus berkarya dalam masa pandemic COVID-19 ini," kata CEO FibreFirst, Benny Winata.

“Arisan Karya adalah inisiatif yang seru, namun juga memberikan dampak yang sungguh bernilai. Saat ini, banyak perupa yang sedang mengkhawatirkan kondisi finansial mereka. Karena itu, masyarakat perlu mendukung para perupa. Kami harap Arisan Karya dapat menjadi titik awal yang mendorong lebih banyak aksi positif," kata Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto.

“Semoga dengan berjalannya kegiatan ini dapat membuat para perupa dan seluruh masyarakat Indonesia menjadi tetap produktif walau sedang dilanda pandemi covid-19, serta memicu masyarakat untuk melakukan kegiatan serupa”, kata  Benny lagi. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT