18 May 2020, 20:13 WIB

Lagi, Penegasan MUI Soal Salat Idul Fitri di Masjid


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan fatwa ini disusun dalam rangka menjawab pertanyaan masyarakat dan juga guna dijadikan pedoman praktis bagi pelaksanaan takbir dan salat Idul Fitri 1441 Hijriah yang akan datang secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.

"Bagaimana pelaksanaan Idul Fitri di kawasan Covid-19, salat Ied sebagaimana ditegaskan bahwa boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang masjid mushola," kata Asrorun dalam keterangan Virtual Senin (18/5).

Dia menjelaskan apabila memilih tempat di luar rumah maka harus ada kondisi salah satu diantara dua ini yang pertama kawasan sudah terkendali covid-19 pada saat 1 syawal nanti berdasarkan arahan otoritas di bidang epidemiologi, otoritas di bidang kesehatan masyarakat yang amanah, kompeten dan kredibilitas.

"Apa indikatornya salah satu indikasinya ditandai angka penularan sudah menunjukkan kecenderungan menurun dan ada public policy terkait dengan pelanggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan apa berdasarkan ototoritas yang punya kompetensi dan juga kredibilitas," sebutnya.

Kondisi kedua tentunya berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas covid-19 dan diyakini tidak terdapat pada larangan. Hal ini mungkin terjadi kawasan pedesaan yang terisolasi atau kepulauan yang memang jarang keluar masuknya masyarakat dari luar.

“Perumahan terbatas yang homogen, yang tidak ada penyebaran covid-19, serta tidak ada korban dan tidak ada orang lalu-lalang keluar masuk yang diduga menjadi carrier,” terangnya.

Baca juga :DPR akan Bahas Iuran BPJS Kesehatan Setelah Lebaran

Sementara itu, salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan penyebaran covid-19 yang belum terkendali tetapi baik dilaksanakan di luar maupun di dalam rumah salat Idul Fitri harus melaksanakan protokol kesehatan, kata Asrorun untuk mencegah terjadinya potensi penularan antara lain dengan memperpendek bacaan salat dan juga,pelaksanaan khotbah.

Bagaimana panduan salat Idul Fitri berjamaah? Secara umum ini sama dengan aktivitas biasa namun dengan memperpendek bacaan, dipercepat seiring dengan keamanan dan juga kenyamanan sebelum salat disunahkan untuk memperbanyak takbir, tahmid dan tasbih kemudian menyeru asalah Jami'ah serta aktivitas salat sebagaimana biasa.

Terkait pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah, dimana tata caranya bisa dilakukan secara berjamaah atau dilakukan dengan sendiri. Jika dilakukan dengan berjamaah, minimal jumlahnya empat, satu imam dan tiga makmum.

“Setelah itu ada salah satu di antaranya menjadi khotib, tetapi jika jumlah jamaah kurang dari empat, atau jika di dalam pelaksanaan jamaah di rumah tidak ada orang yang memiliki kompetensi atau keberanian berkhotbah, maka salat idul fitri dilakukan tanpa melakukan khotbah,” lanjutnya

Sedangkan pelaksanaan salat Idul Fitri sendiri, maka bacaannya tidak perlu dikeraskan dan tidak perlu ada khotbah.

“Maka kami mengimbau kepada segenap umat Islam pemerintah dan juga masyarakat untuk mengumandangkan takbir, tahmid dan juga tahlil saat malam Idul Fitri. Sebagai tanda kesuburan kita kepada Allah, sekaligus doa yang kita panjatkan agar covid-19 diangkat oleh Allah,” pungkasnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT