18 May 2020, 16:01 WIB

Dari Istana, Jokowi Instruksikan Penguatan Puskesmas


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar jaringan fasilitas kesehatan tingkat pertama seprti puskesmas di masing-masing wilayah (puskesmas). Ribuan puskesmas yang ada di Indonesia dinilai dapat mengoptimalkan upaya penanganan pandemi covid-19 di tingkat daerah.

Di seluruh wilayah Tanah Air, terdapat 10.134 puskesmas yang 4.000 di antaranya dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Selain itu, terdapat pula 4.883 dokter praktik keluarga dan klinik-klinik pratama yang melayani Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga:Presiden Pastikan Distribusi Bansos Berjalan Lancar di Johar Baru

"Ini betul-betul perlu diefektifkan sehingga puskesmas dan jaringannya bisa diaktivasi menjadi simpul dalam pengujian sampel, pelacakan, dan penelusuran kasus covid yang ada di lingkungan di wilayah itu," kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5).

Presiden juga ingin agar jaringan puskesmas dapat menjadi simpul pemantauan bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan jajarannya untuk mempercepat dan menyederhanakan proses penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Laporan yang ia terima, penyaluran sejumlah bantuan sosial masih berada pada tingkatan yang rendah.

"BLT desa kurang lebih baru 15% dan bansos tunai kurang lebih 25%. Tetapi saya juga mendapatkan informasi dari Menteri Desa maupun Menteri Sosial bahwa minggu ini akan selesai semuanya," tuturnya.

Baca juga:Sandiaga Uno: Masyarakat Harus Bisa Beradaptasi dengan Pandemi

Untuk itu, Presiden menginstruksikan agar jajarannya menyelesaikan sejumlah proses dan persoalan yang dirasa menghambat proses penyaluran, seperti misalnya data yang belum sinkron antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan yang non-DTKS.

"Beri fleksibilitas pada daerah terutama pemerintah desa untuk mengambil kebijakan operasional di lapangan sehingga akan memudahkan. Tetapi tentu saja akuntabilitas harus dijaga," imbuhnya. (Dhk/A-3)

BERITA TERKAIT