18 May 2020, 15:56 WIB

Faisal Basri: Cetak Uang Rp600 T Berhasil jika Dipimpin Dewa


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyatakan usulan Badan Anggaran DPR untuk mencetak uang sampai Rp600 triliun bukanlah opsi yang harus diutamakan untuk menangani dampak pandemi covid-19.

Ia mengatakan kebijakan itu akan berhasil jika Indonesia punya kepemimpinan yang bersih.

Baca juga:Omzet Anjlok 70%, Pedagang di Bali Tertolong Relaksasi Kredit

"Cetak uang bukan opsi yang harus dikedepankan. Cetak uang akan berhasil, kalau negara ini dipimpin para dewa, para malaikat yang enggak punya interest. Syaratnya harus demikian sangat ketat," kata Faisal dalam kuliah umum ISPE Lecture secara daring, Senin (18/5).

Ia justru mempertanyakan maksud lain di balik Badan Anggaran DPR untuk mencetak uang tersebut seperti mendapatkan tambahan anggaran.

"Coba para anggota dewan itu motifnya apa cetak uang? Supaya mereka punya bargaining position dengan pemerintah untuk dapat benefit dari sana. Misalnya tunjungan konstituen naik kan sudah saya izinkan cetak uang," tandasnya.

Ia menegaskan opsi semacam ini mempunyai konsekuensi yang besar lantaran dengan cetak uang artinya Indonesia bakal memiliki banyak dana sementara Indonesia belum memiliki kemampuan untuk mengalokasikan dana dengan baik.

Baca juga:Penyuluh dan Petani Kolaborasi dari On Farm Hingga Off Farm

"Kalau uang banyak, mengalokasikannya seperti apa? Sekarang saja babak belur bansos kan. Butuh pemerintah yang bersih," lanjutnya.

Ia mengatakan, cara mencetak uang untuk mengatasi masalah sebenarnya dilakukan pula oleh Indonesia saat Orde Lama dan juga Zimbabwe, namun selalu mengarah pada bencana lain. (Wan/A-3)

BERITA TERKAIT