18 May 2020, 15:55 WIB

Kepedulian Sesama Anggota Masyarakat Harus Terus Dijaga


Mediaindonesia.com | Nusantara

KEPEDULIAN sesama anggota masyarakat harus terus dijaga apalagi saat ini covid-19 masih berlangsung. Hal itu dapat mengurangi tekanan ekonomi masyarakat yang terpukul sebagai akibat dari pandemi.

Tatok Raya, warga RT 42/RW 13, Kelurahan Taman, Madiun, memahami betul pentingnya kepedulian terhadap sesama anggota masyarakat. Ia membagi sembako secara gratis. Warga dipersilakan untuk mengambil sembako sendiri sesuai kebutuhan. Beras, mie instan, telor, minyak goreng, dan gula, disediakan oleh Tatok Raya di teras rumahnya setiap hari.

Baca juga:Gubernur dan Forkopimda Serahkan 16 Surat Sehat Pasien Covid-19

“Kami sengaja mengajarkan kejujuran. Dalam sehari ada 7 hingga 8 orang yang datang. Program ini khusus untuk warga kami. Semoga kegiatan tersebut bisa menginspirasi masyarakat di lingkungan lain,” ujar Tatok dalam keterangan, Senin (18/5/2020).

Selain aktivitas sosial, RT 42/RW 13 Taman juga menjalankan protokol kesehatan. Memiliki 20 rumah, wilayah ini menjalankan protokol kesehatan selama 3 pekan. Aktivitasnya dimulai dari pengukuran suhu tubuh dengan angka rata-rata di bawah 37 derajat celcius. Pengukuran suhu tubuh dilakukan tiap 2 hari sekali. Selain itu, ada juga penyemprotan disinfektan yang dilakukan 2 kali seminggu.

“Kami tetap memiliki komitmen untuk membuat lingkungan sekitar tetap zona hijau covid-19. Semua anjuran dalam protokol kesehatan dijalankan oleh warga. Semuanya sudah mengerti posisi dan tugas masing-masing,” ujar Tatok.

Selain Taman, aktivitas sosial dijalankan Rumah Makan Gratis (RMG) Madiun di Jalan Mundu No. 4, Kota Madiun, Jawa Timur. Pada hari normal, tempat ini hanya beroperasi pada Senin dan Kamis. Pengunjungnya selalu ramai seperti tukang becak, ojek online, pelajar, mahasiswa, juga karyawan pabrik. Menunya sangat bervariasi. Ada nasi, sayur, ayam, tempe goreng, dan kerupuk.

“Pembagian makanan gratis sebenarnya menjadi program reguler RMG Madiun. Dengan adanya covid-19 ini, fungsi RMG Madiun semakin dioptimalkan. Sebab, ada banyak saudara kami yang ekonominya terdampak covid-19. Kami siapkan banyak nasi plus lauk pauk setiap harinya. Jadi, silakan mampir,” ungkap Koordinator Lapangan RMG Madiun Ardiyan Agung Nugroho.

Menyikapi pandemi covid-19 sekaligus bulan Ramadan, RMG Madiun mengatur ulang jadwal operasionalnya. Hari operasional RMG Madiun digeser menjadi Senin-Rabu-Kamis. Pada hari tersebut, masyarakat bisa datang langsung ke Jalan Mundu. Selain tata waktunya, menu makanan yang disajikan juga mengalami penyesuaian. Dikemas menjadi nasi bungkus, lauk pauk yang ditawarkannya serba kering.

Baca juga:Pekerja Migran Mulai Berdatangan di Bandara A Yani Semarang

Apa yang terjadi di Madiun termasuk bagian dari Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden. Program itu terus berkembang dan kepedulian sosial antar tetangga dan warga berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah program 10 Rumah Aman saat ini sudah ada di beberapa kota dan tersebar di seluruh nusantara dan menyesuaikan dengan kapasitasnya masing-masing. Tanpa keterlibatan masyarakat, pemerintah akan kesulitan menghadapi pandemi seperti saat ini,” tutup Kepala Staf Presiden Moeldoko. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT