18 May 2020, 15:52 WIB

Menko PMK Sebut tidak Ada Pelonggaran PSBB


Ihfa Firdausya | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan tidak ada pelonggaran terhadap pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa tidak ada pelonggaran PSBB. Dan memang selama Keppresnya tidak dicabut berarti PSBB tetap berlaku secara nasional," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam telekonferensi usai Rapat Terbatas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Senin (18/5).

Muhadjir menjelaskan bahwa PSBB adalah implementasi dari Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan.

Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji tentang pengurangan pembatasan aktivitas masyarakat. Protokol-protokol untuk kehidupan normal yang baru pun dipersiapkan.

"Protokol kesehatan justru harus diperketat ketika pengurangan pembatasan dilakukan. Jangan sampai masyarakat mengartikan longgar itu semau gue," jelasnya.

Misalnya, tambah Muhadjir, ketika sudah dibolehkan untuk restoran buka, maka tidak berarti seperti bukanya restoran sebelum ada covid-19. Itulah yang disebut dengan new normal," imbuh Muhadjir.

Baca juga :Penyidik Akan Periksa Perekam Wawancara Said Didu

Menurutnya, detail protokol dari semua bidang yang nanti akan dikurangi pembatasannya sedang digodok oleh kementerian-kementerian terkait. Nantinya, protokol-protokol itu akan dikompilasi oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Jadi nanti akan ada protokol bagaimana di restoran, protokol ibadah, protokol datang di acara-acara yang melibatkan pengunjung banyak, dan seterusnya. Nanti akan diatur secara detail dan itu harus dipatuhi. Itulah yang dimaksud new normal itu," jelasnya.

"Nanti boleh tetap salat jumat berjamaah tetapi sudah beda dengan salat berjamaah sebelum ada new normal," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut masyarakat harus mulai bisa menyesuaikan diri dengan situasi pandemi ini.

"Sejumlah pakar epidemologi, pakar virus, mengatakan bahwa sangat mungkin virus ini tidak akan hilang. Demikian juga vaksin yang sempat kita dengar akan segera ditemukan, ternyata sampai hari ini pun belum ada kepastian," ungkapnya.

Dia menyebut dalam waktu yang lama kita tetap bisa hidup di bawah ancaman covid-19.

"Oleh karenanya, pesan Pak Presiden kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan kita, berdampingan dengan bahaya covid-19 ini, bukan berarti membuat kita lengah," katanya.

"Berdampingan dengan covid-19 bukan berarti kita menyerah, justru kita tingkatkan kewaspadaan kita agar kita tidak terpapar covid-19," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT